I should be learning for tomorrow exam and assignment about
cataract and conjunctivitis but here I am gonna blabber about my first K-pop
concert experience. Before the excitement goes. Lets just start.
This drama started around 3 months ago, since I got the news
about Wings Concert in Jakarta. So actually I started falling too deep for BTS
from Blood, Sweat, and Tears era. I knew them since their debut but it didn’t leave
that much impression. Long story short, I caught on this fandom because I just
found out that their MV has so much theories behind which based on a great
book. Having an interest on fanfic, it felt like I watched an angst fanfic
being officially filmed.
Errr. Lets switch to bahasa to shorten the writing time. Lol.
Wings Tour in Jakarta direncanakan pada tanggal 29 April 2017.
Sesuai perkiraan kasar, tanggal ini seminggu setelah stase koas rotasi terakhir.
Bulat sudah tekad saya. Lika dan Vista, duo Griya Tyana yang serings saya
sampahi per-kpop-an segera saya rekrut. Grup line berjudul ’29 April GO!’ pun
dibuat. Isinya? Persampahan BTS. Lol.
Mednekati pengumuman price list, drama dimulai. Tanggal tak
juga jelas. Rumor yang awalnya akan diumumkan sekitar 2 bulan sebelum konser,
ternyata tidak terjadi. Stase kulit saya penuh kegalauan. Galau pesan tiket pesawat
kapan dan galau seberapa banyak harus menabung untuk tiket konser. Drama bertambah
rumit setelah Wednes, teman saya yang nantinya akan ngonser bareng, mengatakan
bahwa tanggal 29 April ternyata tepat di hari terakhir stase mata (stase
terakhir). Sementara stase mata di homebase saya sudah melegenda dengan maju
tugasnya yang sulit; sulit menemukan waktunya karena dokternya tidak selalu
menyediakan waktu untuk maju tugas.
Selama waktu galau ini, saya iseng menginstal suatu aplikasi
komunitas demi mendapatkan info seputar perkonseran ini. BTS Army Indonesia on Amino menjadi pilihan saya. Iya, fangirl cupu
belum tau fanbase mana yang bisa difollow buat kepoin info terupdate. Dan di
aplikasi ini, saya menemukan seorang teman yang akhirnya sampai sekarang
menjadi squad nyampah fangirling juga. Hay there, Aishow! Bless the creator of
Amino.
Sebulan menuju konser, akhirnya price list diumumkan. Kegalauan
selanjutnya muncul. Open sale akan menjadi ticket war yang tidak terelakkan. Saya
sebagai fangirl cupu yang belum pernah merasakan ticket war, mencari second
choice untuk bisa mendapatkan tiket. Kemudian saya menemukan suatu online shop
yang sebelumnya juga saya pilih untuk memesan cheering kit. Beruntungnya saya,
admin online shop ini tidak hanya membantu mendapatkan tiket tapi juga membantu
sampai penukaran tiket fisik dan bahkan kami mendapatkan benefit soundcheck! Terimakasih,
Brigitta! This concert sure help people find some new friends hahaa
Keberuntungan lain yang saya dapatkan adalah, di tanggal 29
April ternyata dokter konsulen mata saya cuti dikarenakan ada acara di luar
kota. This is like MAGIC HAPPENS! Ga kebayang seandainya 29 April saya masih
harus koas dan kemudian seperti rencana awal, saya terbang dari Jogja jam 14.40
which means saya baru akan sampai venue konser di ICE BSD sekitar jam 5 (jika
tidak terjebak macet).
Fast forward ke hari-H konser, saya dan dua teman koas saya;
Kintan dan Wednes, terbang dari Jogja dengan maskapai singa jam 7.30. Anw
sebelumnya terjadi drama Army Bomb (lighstick fandom BTS), di mana barang ini
tidak kunjung sampai ke saya dari sebuah online shop sampai waktu saya harus
berangkat ke bandara. Walhasil salah satu senjata pokok fangirling tidak saya
bawa. Gemash? Jelas. Yah sudahlah. Mungkin bisa digunakan untuk konser
selanjutnya (AMIN!). Kembali ke bandara, ternyata kami datang di saat sudah
last call. Walaupun ternyata take off sedikit delay dari rencana jam 7.30
menjadi jam 8.00, tapi alhamdulillah landing sekitar jam 9.00 sehingga tidak
terlalu mengubah rencana awal.
Sesampai di Soekarno-Hatta, kami bertemu Army lain yang
mengenali kami sebagai rombongan Wings Tour karena t-shirt saya yang bersablon
besar ‘Wings Tour in Jakarta’ lengkap dengan logonya. Rada malu sih karena
masih di tempat umum. Lel. Tapi karena kebodohan saya tersebut, bertambahlah
rombongan Grab untuk ke venue; yang berarti taxi fare bisa dibagi menjadi lebih
murah.
Kurang lebih satu jam kemudian kami sampai di venue. Di sekitar
hall 3 ICE BSD sudah ramai antrian fangirl yang mengular. Namun sangat
disayangkan ternyata antrian ini tidak tertata dengan baik, banyak lajur yang
tidak jelas dan tercampur antara penukaran tiket fisik dengan antrian lain. Beruntungnya
saya, Brigitta sudah menukarkan tiket di H-1. Setelah drama penyerahan tiket
selesai; di mana saya masih di luar gedung sementara Brigitta sudah di dalam
dan seandainya harus keluar maka untuk masuk harus mengantri ulang dengan
ratusan antrian lain, masuklah saya ke lapis kedua dari antrian. Kali ini
antrian untuk masuk ke hall venue melalui pintu hall 1. Jadi menurut live
report yang saya baca di grup Red B (grup yang dibuat untuk Army yang akan
menonton konser di section Red B), antrian sudah mulai sejak subuh dan saat
matahari meninggi antrian semakin panjang hingga hall 7. MEN. Dari hall 3
sampai hall 7. If only pembagian lajur lebih jelas agaknya tidak sampai
sepanjang dan seberantakan itu. By all means I apologized for sounding like a
jerk, but the queue was indeed too messy.
Antrian lapis kedua ini pun juga ternyata kurang tertata. Tidak
ada pemisahan antar section dan tidak ada pemisahan dengan benefit baik benefit
fast track maupun soundcheck. For info, fast track adalah benefit di mana
pemegang tiket bisa masuk lebih dulu sebelum official open gate untuk non fast
track, sementara soundcheck adalah benefit untuk menonton langsung ketika BTS
melakukan rehearsal. Waktu sudah menunjukkan pukul 12.10 saat saya mencapai
pertengahan antrian. Sementara soundcheck dijadwalkan pada pukul 13.30 dan
antrian terasa tidak bergerak. Saya hanya berdoa semoga masih diberi kesempatan
untuk menonton soundcheck (IYA MEN BERDOA, RASANYA INI HARI PENUH DOA). Menuju pukul
13.00, barisan depan mengatakan pemegang benefit soundcheck untuk maju lebih
dulu. ALHAMDULILLAAH rasanya mak nyes terharu tercampur aduk dan harapan
kembali tumbuh. Yaela lebay. Tapi beneran deh. Ternyata majunya rombongan
soundcheck ini bukan berarti langsung masuk ke hall. Pintu body check yang
hanya ada satu ternyata belum juga dibuka. Beberapa Army mulai memanas dan semakin
insecure karena mendekati soundcheck. Sekitar pukul 12.50, akhirnya pintu
dibuka oleh petugas keamanan dan body check dilakukan seadanya. Seandainya saya
tidak sebegitu polosnya, saya sepertinya masih bisa menyelundupkan makanan,
atau bahkan kamera. Tapi tanpa pikir panjang saya keluarkan perbekalan saya dan
segera mencari arah menuju antrian soundcheck. Alhamdulillah antrian ini sudah
diberi nomor di wristband yang dibagikan. Karena Brigitta menukarkan sangat
pagi, kami mendapat nomor 68-69.
Sekitar 30 menit kami menunggu sambil duduk di lantai hall
yang adem, peringatan untuk tidak memfoto atau merekam soundcheck berkali-kali
dilakukan oleh staff promotor. AND THEN IT COMES THE TIME FOR THE SOUNDCHECK! Venue
concert yang super luas untuk menampung 13.000 penonton hanya terisi oleh kami
500 orang yang mendapatkan benefit soundcheck. It felt like a private concert :’)
Tak perlu menunggu lama, tetiba terdengar teriakan ‘Annyeong!’ dari suara yang
sudah sangat familiar; Kim Taehyung! V masuk dengan teriakan beagle-nya diikuti
oleh member BTS lain. And yes, they came with their BARE FACE; NO MAKE UP! Men.
It feels like they’re human after all. Ya iya sih emang aslinya mereka manusia
biasa, tapi ketenaran mereka serasa inhuman. Lol.
Taehyung tampil dengan outfit serba hitam, tanpa sentuhan khas
Gucci yang sebelumnya dia kenakan saat flight Seoul-Jakarta. Jin masih menggunakan
jaket jeans yang dipakai saat perjalanan ke Jakarta dengan dalaman t-shirt
putih dan celana hitam lengkap dengan baseball cap hitam. Rapmon dan Suga tampak
santai menggunakan t-shirt putih. Jungkook seolah bertema couple dengan
Taehyung dengan jaket, t-shirt, dan celana serba hitam. Dan dua member yang
paling berkesan untuk saya; Jimin dan J-Hope. Jimin seperti di antara perpaduan
Christian Chim Chim dan Mochi Chim dengan oversized long sleeve white shirt dan
celana hitam, ditambah dengan sunglasses dan piercing di telinga kirinya. Sementara
J-hope dengan sangat lihai membawa suasana audience dengan penampilannya yang
santai tapi asik; t-shirt putih bergambar Snoopy, rounded glasses, dan beanie.
MELELEH HATI ADEK MELIHAT ABANG DAN ADEK-ADEK INI. Yes, hanya satu member yang
pantas saya ‘abangkan’ sementara member lain mostly lebih muda dari saya. Noona
fangirl.
Soundcheck terasas sangat singkat dengan hanya 3 lagu yang
dibawakan dan sedikit ment yang mereka obrolkan di stage. Lagu pertama ‘Baepsae’
langsung memanaskan suasana. Lagu kedua saya lupa, namun soundcheck ditutup
dengan ‘21st Century Girl’. 3 lagu serasa hanya 3 detik. CEPET BANGET
KEBERSAMAAN YANG INTIM INI BERLALU *lebay.
Setelah soundcheck, saya memutuskan untuk menuju hall 2
mengambil wristband section Red B. Karena sudah terlalu sore, saya mendapatkan
nomor urut 1705 untuk masuk saat open gate which is nyaris di buntut. Tapi
later on, nomer antrian ini cukup useless karena ombak manusia yang mendesak
masuk tidak mengenal nomor urut.
Sambil menunggu open gate, saya mencari tempat shalat yang
ternyata cukup jauh di hall 6 karena mushola hall 2 yang sulit dijangkau
terhalang antrian penukaran fast track. Saya sekaligus mencari salah satu Army
yang membuatkan saya name tag ala ala untuk section Red B. Sambil basa-basi
saya menanyakan mereka yang tampak tidak mengantri dan tidak mengenakan
wristband section Red B (padahal mereka seharusnya ada di section yang sama
dengan saya). Ternyata setelah diceritakan, mereka salah satu Army yang
menggunakan jasa saat membeli tiket dan jasa ini tanpa mereka ketahui adalah
orang dalam (atau sepertinya orang yang berhubungan dengan orang dalam,
saya kurang paham menangkap ceritanya). Thus,
pada saat H-1 tiket mereka ditarik oleh penyelenggara. Men, another drama that
I found. Sedih banget udah H-1 tapi batal nonton. Semoga di kesempatan konser
selanjutnya bisa ya dear Armys :’
Selesai shalat, saya mampir ke pameran buku di hall sebelah.
Kebetulan Big Bad Wolf sedang diadakan. PAMERAN BUKU TERBESAR MEN. Saat saya
masuk memang SUNGGUH TEMPTING untuk mengitari dan membeli beberapa buku. Harga yang
saya temukan berkisar di 10-15k. 100K SUDAH DAPAT 10 BUKU ALLAHUAKBAR. Pecah konsentrasi
rasanya antara open gate konser dan buku-buku menggiurkan ini.
Kembali ke hall 2, antrian masuk venue sudah terkelompokkan
sesuai section. Sementara di sectuon Red B masih diurutkan sesuai nomor
antrian, which later on ga berlaku karena sudah mepet open gate dan pengaturan
antrian baru sampai di nomor 1000an; masih ada sekitar 800 nomor lagi yang
perlu diatur. Selama menunggu antrian, saya yang solo concerting ini (apalah
sebutannya) mencoba SKSD dengan Army lain. Saya bertemu dance coverer (ini juga
apa deh sebutannya) yang sering mengupload video atau menampilkan cover dance
mereka di berbagai event. Saya juga bertemu dua Army Bandung yang mendapatkan
nomor antrian masuk tidak jauh dari saya; 1704 dan 1707.
Sekitar pukul 17.00, akhirnya section Red B masuk ke venue. Saya
mencari tempat dekat pagar belakang section dengan anggapan akan lebih banyak
space dan bisa melihat dengan lebih jelas stage secara keseluruhan. Plus, saya
tidak ingin tiket saya terbuang percuma seburuk-buruknya saya nekat merangsek
ke depan dan malah justru pingsan. Layar di panggung sudah menampilkan beberapa
MV dan diramaikan oleh fanchant para Army. Setelah sekitar 4 MV ditayangkan,
layar putih di main stage yang awalnya memproyeksikan logo dan tulisan ‘Wings
Tour in Jakarta’ kemudian tersibak dan muncullah 7 manusia yang kedatangannya
sudah ditunggu-tunggu. BTS!
Riuh rendah suara fangirl yang histeris melihat idola
mereka. Konser dibuka dengan penampilan BTS membawakan lagu terbaru mereka ‘Not
Today’. Suasana langsung dibawa panas dan super hype dengan fanchant yang
membahana. The most ‘benging’ moment for my ears adalah saat ment di antara dua
lagu dan Suga melepas earphonenya untuk mendengarkan para Army. Entah berapa mencapai
desibel rasanya telinga ini terpapar.
Lagu-lagu pilihan terus dibawakan dengan hanya memberi jeda
VCR beberapa menit untuk kami bernapas dan rehat dari penampilan yang
menakjubkan. Penampilan solo para member sungguh berkesan; untuk saya yang
paling berkasan jelas Jimin – Lie (dengan blindfold dan chandelier yang turun
dari langit-langit panggung), Jungkook – Begin (ga perlu dijelasin lah kenapa,
keren pokonya), Taehyung – Stigma (HIS DEEP VOICE OMG I CANT), dan J-Hope –
MAMA (HIS ANGELIC SMILE. I NEVER FALLING THAT BAD FOR SOMEONE’S SMILE. Terkuak sudah
mengapa J-Hope menjadi salah satu bias wrecker terbaik).Performa selanjutnya
yang succesfully taking my breath away was Rap Line dengan Cypher pt.4. SUNGGUH
TERLALU! IT WAS SUPER LIT AND SWAG AND AWESOME AND DAEBAK I JUST CANT DESCRIBE
IT WITH THE RIGHT WORDS. Maafkan capslock bisa jebol kalo gini caranya.
Fan project menyanyikan lagu 2!3! dengan lirik persembahan
dari Army INA pun sukses! BTS nampak hikmat mendengarkan, namun sayangnya
dikarenakan persiapan lagu selanjutnya yaitu Spring Day, mereka segera
memposisikan diri di tengah fan project ini. Pada akhir konser, para member
berkeliling seluruh stage dan mencoba berinteraksi dengan para Army. Flying kiss
Jin, angelic smile J-Hope yang berpose dengan banner project dan bunga kuning
properti project Spring Day, beagle line Jungkook yang melemparkan poke ball
dari Army ke arah V, Christian Chim going around teasing Army with his act,
dimple smile Rapmon, dan swag Suga bertebaran ke segala arah. IT WAS SO FUN YET
SAD since its getting closer to the farewell. Dan puncaknya, konser diakhiri
dengan BTS memberikan last bow di extended stage. SO SADDDDD :’
Dan begitulah. Perform selama 2,5 jam hanya terasa seperti
2,5 menit. Iya lebay tau. Tapi di balik konser yang super keren, ada banyak
cerita berkesan lain. Lemme spam it here;
- Di awal konser, saat MV
masih ditayangkan, seorang Army menghampiri saya mengajak berkenalan.
Amira namanya seingat saya. Dia menanyakan apakah saya sudah shalat
maghrib, karena waktu masuk venue bertepatan dengan adzan. Saya mengatakan
bahwa saya berniat untuk menjama’ shalat saya. Kemudian dia berkata jika
dia tidak bisa menjama’ karena domisilinya yang asli Jakarta. Ia memutuskan
meminjam mukena saya dan shalat di dekat pagar belakang section Red B
dengan alas hand banner. Dan begitulah, di tengah ramainya fanchant dan
teriakan fangirl, dia melaksanakan shalat maghrib. MEN. It was so
impressive I lost word.
- Posisi saya di dekat pagar
belakang section Red B memudahkan akses pandangan saya ke segala arah,
termasuk FOH. Di FOH tersebut, mostly ditempati oleh BTS Crew dengan wajah kekoreaan yang
khas. Each crew had their own Apple to controlled the show. What impressed
me adalah, sekerennya BTS perform, sehebatnya mereka meng-compose dan
memproduseri banyak lagu mereka sendiri, sekayanya mereka mengantongi
copyright mereka sendiri, but all that was nothing without these great
crew behind them. Mulai dari coordi-noona yang bisa dengan tepat
memadupadankan outfit mereka dan merias mereka menjadi super flawless,
hair dresser yang meningkatkan ketampanan mereka dengan rambut fluffy nya,
stage director yang dengan cerdas menata layout panggung, dan masih banyak
lagi crew lain yang in charge behind the stage to make them shine. This made
me think a lot. Too much that I cant write it here. Haha.
- Banyaknya manusia yang
berkerumun di satu tempat indeed meningkatkan kemungkinan berbagai
kejadian yang tidak diharapkan. Salah satu yang terjadi adalah beberapa
Army yang jatuh pingsan atau lemas. Mostly karena tergencet oleh crowd. Bukan
karena ganas, tapi itulah yang wajar terjadi di standing section (atau
mungkin benar karena crowd yang ganas?). Konser baru berjalan beberapa
menit, sudah banyak fangirl yang tumbang. Posisi saya di pinggir pagar
yang dekat dengan jalur evakuasi menyebabkan saya menjadi saksi mata
bagaimana paramedis sibuk berlalu lalang mengangkut para korban. Rasanya nyesek
dan sayang, tiket yang sudah dibeli dan waktu yang sudah diluangkan untuk
menonton (dan mengantri dari pagi) jadi sia-sia karena kejadian yang tidak
diharapkan. And there was me, yang jadi galau antara harus nolong korban
atau menikmati konser. Tapi kembali lagi, tiap orang sudah memiliki peran
dan tugasnya masing-masing; paramedis untuk menolong korban dan fangirl
untuk menikmati konser *NGELES BANGET PARAH. GINI KATANYA MAU JADI DOKTER
YANG BERMANFAAT. Maafkan Hamba, ya Allah :’
- After the concert, saya
menuju tempat penitipan barang dan bertemu dengan seorang wanita ini. Usianya
mungkin mendekati usia ibu saya, dan dengan sangat berapi-api dia
bercerita tentang how messed up was the concert preparation was. Kata-kata
yang masih saya ingat sampai sekarang ‘Untung performance-nya BTS naikin
banget. Kalo nggak, ini sepatu sudah melayang ke panggung, bukannya fan
gift’. Tante ini ternyata sudah semacam ‘professional concert goers’ di
mana beliau pernah beberapa kali mendatangi konser di negera lain dengan
pengaturan pre-concert (termasuk ticketing dan antrian) yang lebih rapih. Masih
butuh banyak masukan dan pengalaman untuk Indonesia bisa menjadi serapih
negara-negara tersebut sepertinya ya, Tant?
- Going back to pre-concert,
banyak juga drama yang terjadi. Terutama ticketing. Promotor konser
mempercayakan ticketing ke dua situs online ticketing. Pada saat open sale
di tanggal 4 April pukul 8 malam (iya saya akan selalu ingat ini sebagai
tanggal sakral di hidup saya *lebay lagi), dalam waktu tidak sampai 30
menit, section Red habis terjual. Padahal ini adalah section dengan harga
tertinggi. Disusul section lain yang akhirnya sold out dalam kurun waktu
tidak sampai 1 jam. Peak hour dari ticket war dianggap telah lewat. Masih banyak
Army yang kehabisan tiket. Tidak sampai di situ, saat pembayaran pun
banyak yang mengalami kesulitan, salah satunya senior saya, Mbak Khofi
yang sedang internship di Ponorogo dan bela-belain ambil cuti untuk nonton
konser. Tiketnya sempat hangus karena pembayaran yang gagal dan akhirnya
Mbak Khofi lembur semalam suntuk demi mendapatkan tiket, padahal paginya
jam 5 dia harus menuju site longsor Ponorogo untuk menjadi tim medis. Alhamdulillah
jam 3 pagi Mbak Khofi mendapatkan tiketnya. Tiket saya sendiri telah aman
didapatkan oleh teman saya di jam 8.10 menit saat saya masih di tengah
presentasi tugas kuliah.
For the mean time, agaknya blabbering saya cukup sekian. Gonna
upload it with photos and videos if possible.
![]() |
| The members interaction with Army by using bahasa. They sound so kiyowo :"D |
![]() |
| MV on display |
![]() |
| Antrian lapis kedua; masuk hall 1 |
![]() |
| Iseng maen ke BBW :B |
![]() |
| Booth penukaran tiket fisik yang sudah mulai lengang |
![]() |
| Tiket fisik dan wristband soundcheck |
![]() |
| Wristban soundcheck dan section Red B |
![]() |
| The perks of fangirl sholehah |
![]() |
| Crowd di hall 2; antrian open gate |
![]() |
| Antrian pembelian air mineral (yang dituang ke gelas karton dengan harga 10k) |
![]() |
| BIG BAD WOLF. You're so BAD for teasing me, dear Wolf *apaseh |
![]() |
| Handbanner project di lagu 'Save Me'. Trans: 'Because in this pitch black darkness, you're shining so brightly' - Jin's line |
![]() |
| Crowd purple (standing) dan Yellow-Blue (free seating) |
![]() |
| Post concert; some Army doing 'Be Clean Army' Project. Taking trash from the venue. JJANG! |
![]() |
| Nomor penitipan, Dengan background penitipan yang....... Tercecer tanpa loker :' |
![]() |
| Crowd Hall 2; pre open gate |
![]() |
| Beberapa orang yang memanfaatkan untuk mencari rejeki |
![]() |
| (Katanya) official merch; hand cream, backpack, and some others |
![]() |
| Even om-om that I believe they don't even know BTS but they sell the merch |
So apperantly adding videos should be done one by one. Gonna upload it in ytube then.
























1 comment:
mbak beli tiketnya di online shop apa?
Post a Comment