Friday, May 5, 2017

BTS THE WINGS TOUR IN JAKARTA; First K-pop Concert Ever!

I should be learning for tomorrow exam and assignment about cataract and conjunctivitis but here I am gonna blabber about my first K-pop concert experience. Before the excitement goes. Lets just start.

This drama started around 3 months ago, since I got the news about Wings Concert in Jakarta. So actually I started falling too deep for BTS from Blood, Sweat, and Tears era. I knew them since their debut but it didn’t leave that much impression. Long story short, I caught on this fandom because I just found out that their MV has so much theories behind which based on a great book. Having an interest on fanfic, it felt like I watched an angst fanfic being officially filmed.

Errr. Lets switch to bahasa to shorten the writing time. Lol.

Wings Tour in Jakarta direncanakan pada tanggal 29 April 2017. Sesuai perkiraan kasar, tanggal ini seminggu setelah stase koas rotasi terakhir. Bulat sudah tekad saya. Lika dan Vista, duo Griya Tyana yang serings saya sampahi per-kpop-an segera saya rekrut. Grup line berjudul ’29 April GO!’ pun dibuat. Isinya? Persampahan BTS. Lol.

Mednekati pengumuman price list, drama dimulai. Tanggal tak juga jelas. Rumor yang awalnya akan diumumkan sekitar 2 bulan sebelum konser, ternyata tidak terjadi. Stase kulit saya penuh kegalauan. Galau pesan tiket pesawat kapan dan galau seberapa banyak harus menabung untuk tiket konser. Drama bertambah rumit setelah Wednes, teman saya yang nantinya akan ngonser bareng, mengatakan bahwa tanggal 29 April ternyata tepat di hari terakhir stase mata (stase terakhir). Sementara stase mata di homebase saya sudah melegenda dengan maju tugasnya yang sulit; sulit menemukan waktunya karena dokternya tidak selalu menyediakan waktu untuk maju tugas.

Selama waktu galau ini, saya iseng menginstal suatu aplikasi komunitas demi mendapatkan info seputar perkonseran ini. BTS Army Indonesia on Amino menjadi pilihan saya. Iya, fangirl cupu belum tau fanbase mana yang bisa difollow buat kepoin info terupdate. Dan di aplikasi ini, saya menemukan seorang teman yang akhirnya sampai sekarang menjadi squad nyampah fangirling juga. Hay there, Aishow! Bless the creator of Amino.

Sebulan menuju konser, akhirnya price list diumumkan. Kegalauan selanjutnya muncul. Open sale akan menjadi ticket war yang tidak terelakkan. Saya sebagai fangirl cupu yang belum pernah merasakan ticket war, mencari second choice untuk bisa mendapatkan tiket. Kemudian saya menemukan suatu online shop yang sebelumnya juga saya pilih untuk memesan cheering kit. Beruntungnya saya, admin online shop ini tidak hanya membantu mendapatkan tiket tapi juga membantu sampai penukaran tiket fisik dan bahkan kami mendapatkan benefit soundcheck! Terimakasih, Brigitta! This concert sure help people find some new friends hahaa

Keberuntungan lain yang saya dapatkan adalah, di tanggal 29 April ternyata dokter konsulen mata saya cuti dikarenakan ada acara di luar kota. This is like MAGIC HAPPENS! Ga kebayang seandainya 29 April saya masih harus koas dan kemudian seperti rencana awal, saya terbang dari Jogja jam 14.40 which means saya baru akan sampai venue konser di ICE BSD sekitar jam 5 (jika tidak terjebak macet).

Fast forward ke hari-H konser, saya dan dua teman koas saya; Kintan dan Wednes, terbang dari Jogja dengan maskapai singa jam 7.30. Anw sebelumnya terjadi drama Army Bomb (lighstick fandom BTS), di mana barang ini tidak kunjung sampai ke saya dari sebuah online shop sampai waktu saya harus berangkat ke bandara. Walhasil salah satu senjata pokok fangirling tidak saya bawa. Gemash? Jelas. Yah sudahlah. Mungkin bisa digunakan untuk konser selanjutnya (AMIN!). Kembali ke bandara, ternyata kami datang di saat sudah last call. Walaupun ternyata take off sedikit delay dari rencana jam 7.30 menjadi jam 8.00, tapi alhamdulillah landing sekitar jam 9.00 sehingga tidak terlalu mengubah rencana awal.

Sesampai di Soekarno-Hatta, kami bertemu Army lain yang mengenali kami sebagai rombongan Wings Tour karena t-shirt saya yang bersablon besar ‘Wings Tour in Jakarta’ lengkap dengan logonya. Rada malu sih karena masih di tempat umum. Lel. Tapi karena kebodohan saya tersebut, bertambahlah rombongan Grab untuk ke venue; yang berarti taxi fare bisa dibagi menjadi lebih murah.

Kurang lebih satu jam kemudian kami sampai di venue. Di sekitar hall 3 ICE BSD sudah ramai antrian fangirl yang mengular. Namun sangat disayangkan ternyata antrian ini tidak tertata dengan baik, banyak lajur yang tidak jelas dan tercampur antara penukaran tiket fisik dengan antrian lain. Beruntungnya saya, Brigitta sudah menukarkan tiket di H-1. Setelah drama penyerahan tiket selesai; di mana saya masih di luar gedung sementara Brigitta sudah di dalam dan seandainya harus keluar maka untuk masuk harus mengantri ulang dengan ratusan antrian lain, masuklah saya ke lapis kedua dari antrian. Kali ini antrian untuk masuk ke hall venue melalui pintu hall 1. Jadi menurut live report yang saya baca di grup Red B (grup yang dibuat untuk Army yang akan menonton konser di section Red B), antrian sudah mulai sejak subuh dan saat matahari meninggi antrian semakin panjang hingga hall 7. MEN. Dari hall 3 sampai hall 7. If only pembagian lajur lebih jelas agaknya tidak sampai sepanjang dan seberantakan itu. By all means I apologized for sounding like a jerk, but the queue was indeed too messy.

Antrian lapis kedua ini pun juga ternyata kurang tertata. Tidak ada pemisahan antar section dan tidak ada pemisahan dengan benefit baik benefit fast track maupun soundcheck. For info, fast track adalah benefit di mana pemegang tiket bisa masuk lebih dulu sebelum official open gate untuk non fast track, sementara soundcheck adalah benefit untuk menonton langsung ketika BTS melakukan rehearsal. Waktu sudah menunjukkan pukul 12.10 saat saya mencapai pertengahan antrian. Sementara soundcheck dijadwalkan pada pukul 13.30 dan antrian terasa tidak bergerak. Saya hanya berdoa semoga masih diberi kesempatan untuk menonton soundcheck (IYA MEN BERDOA, RASANYA INI HARI PENUH DOA). Menuju pukul 13.00, barisan depan mengatakan pemegang benefit soundcheck untuk maju lebih dulu. ALHAMDULILLAAH rasanya mak nyes terharu tercampur aduk dan harapan kembali tumbuh. Yaela lebay. Tapi beneran deh. Ternyata majunya rombongan soundcheck ini bukan berarti langsung masuk ke hall. Pintu body check yang hanya ada satu ternyata belum juga dibuka. Beberapa Army mulai memanas dan semakin insecure karena mendekati soundcheck. Sekitar pukul 12.50, akhirnya pintu dibuka oleh petugas keamanan dan body check dilakukan seadanya. Seandainya saya tidak sebegitu polosnya, saya sepertinya masih bisa menyelundupkan makanan, atau bahkan kamera. Tapi tanpa pikir panjang saya keluarkan perbekalan saya dan segera mencari arah menuju antrian soundcheck. Alhamdulillah antrian ini sudah diberi nomor di wristband yang dibagikan. Karena Brigitta menukarkan sangat pagi, kami mendapat nomor 68-69.

Sekitar 30 menit kami menunggu sambil duduk di lantai hall yang adem, peringatan untuk tidak memfoto atau merekam soundcheck berkali-kali dilakukan oleh staff promotor. AND THEN IT COMES THE TIME FOR THE SOUNDCHECK! Venue concert yang super luas untuk menampung 13.000 penonton hanya terisi oleh kami 500 orang yang mendapatkan benefit soundcheck. It felt like a private concert :’) Tak perlu menunggu lama, tetiba terdengar teriakan ‘Annyeong!’ dari suara yang sudah sangat familiar; Kim Taehyung! V masuk dengan teriakan beagle-nya diikuti oleh member BTS lain. And yes, they came with their BARE FACE; NO MAKE UP! Men. It feels like they’re human after all. Ya iya sih emang aslinya mereka manusia biasa, tapi ketenaran mereka serasa inhuman. Lol.

Taehyung tampil dengan outfit serba hitam, tanpa sentuhan khas Gucci yang sebelumnya dia kenakan saat flight Seoul-Jakarta. Jin masih menggunakan jaket jeans yang dipakai saat perjalanan ke Jakarta dengan dalaman t-shirt putih dan celana hitam lengkap dengan baseball cap hitam. Rapmon dan Suga tampak santai menggunakan t-shirt putih. Jungkook seolah bertema couple dengan Taehyung dengan jaket, t-shirt, dan celana serba hitam. Dan dua member yang paling berkesan untuk saya; Jimin dan J-Hope. Jimin seperti di antara perpaduan Christian Chim Chim dan Mochi Chim dengan oversized long sleeve white shirt dan celana hitam, ditambah dengan sunglasses dan piercing di telinga kirinya. Sementara J-hope dengan sangat lihai membawa suasana audience dengan penampilannya yang santai tapi asik; t-shirt putih bergambar Snoopy, rounded glasses, dan beanie. MELELEH HATI ADEK MELIHAT ABANG DAN ADEK-ADEK INI. Yes, hanya satu member yang pantas saya ‘abangkan’ sementara member lain mostly lebih muda dari saya. Noona fangirl.

Soundcheck terasas sangat singkat dengan hanya 3 lagu yang dibawakan dan sedikit ment yang mereka obrolkan di stage. Lagu pertama ‘Baepsae’ langsung memanaskan suasana. Lagu kedua saya lupa, namun soundcheck ditutup dengan ‘21st Century Girl’. 3 lagu serasa hanya 3 detik. CEPET BANGET KEBERSAMAAN YANG INTIM INI BERLALU *lebay.

Setelah soundcheck, saya memutuskan untuk menuju hall 2 mengambil wristband section Red B. Karena sudah terlalu sore, saya mendapatkan nomor urut 1705 untuk masuk saat open gate which is nyaris di buntut. Tapi later on, nomer antrian ini cukup useless karena ombak manusia yang mendesak masuk tidak mengenal nomor urut.

Sambil menunggu open gate, saya mencari tempat shalat yang ternyata cukup jauh di hall 6 karena mushola hall 2 yang sulit dijangkau terhalang antrian penukaran fast track. Saya sekaligus mencari salah satu Army yang membuatkan saya name tag ala ala untuk section Red B. Sambil basa-basi saya menanyakan mereka yang tampak tidak mengantri dan tidak mengenakan wristband section Red B (padahal mereka seharusnya ada di section yang sama dengan saya). Ternyata setelah diceritakan, mereka salah satu Army yang menggunakan jasa saat membeli tiket dan jasa ini tanpa mereka ketahui adalah orang dalam (atau sepertinya orang yang berhubungan dengan orang dalam, saya  kurang paham menangkap ceritanya). Thus, pada saat H-1 tiket mereka ditarik oleh penyelenggara. Men, another drama that I found. Sedih banget udah H-1 tapi batal nonton. Semoga di kesempatan konser selanjutnya bisa ya dear Armys :’

Selesai shalat, saya mampir ke pameran buku di hall sebelah. Kebetulan Big Bad Wolf sedang diadakan. PAMERAN BUKU TERBESAR MEN. Saat saya masuk memang SUNGGUH TEMPTING untuk mengitari dan membeli beberapa buku. Harga yang saya temukan berkisar di 10-15k. 100K SUDAH DAPAT 10 BUKU ALLAHUAKBAR. Pecah konsentrasi rasanya antara open gate konser dan buku-buku menggiurkan ini.

Kembali ke hall 2, antrian masuk venue sudah terkelompokkan sesuai section. Sementara di sectuon Red B masih diurutkan sesuai nomor antrian, which later on ga berlaku karena sudah mepet open gate dan pengaturan antrian baru sampai di nomor 1000an; masih ada sekitar 800 nomor lagi yang perlu diatur. Selama menunggu antrian, saya yang solo concerting ini (apalah sebutannya) mencoba SKSD dengan Army lain. Saya bertemu dance coverer (ini juga apa deh sebutannya) yang sering mengupload video atau menampilkan cover dance mereka di berbagai event. Saya juga bertemu dua Army Bandung yang mendapatkan nomor antrian masuk tidak jauh dari saya; 1704 dan 1707.

Sekitar pukul 17.00, akhirnya section Red B masuk ke venue. Saya mencari tempat dekat pagar belakang section dengan anggapan akan lebih banyak space dan bisa melihat dengan lebih jelas stage secara keseluruhan. Plus, saya tidak ingin tiket saya terbuang percuma seburuk-buruknya saya nekat merangsek ke depan dan malah justru pingsan. Layar di panggung sudah menampilkan beberapa MV dan diramaikan oleh fanchant para Army. Setelah sekitar 4 MV ditayangkan, layar putih di main stage yang awalnya memproyeksikan logo dan tulisan ‘Wings Tour in Jakarta’ kemudian tersibak dan muncullah 7 manusia yang kedatangannya sudah ditunggu-tunggu. BTS!

Riuh rendah suara fangirl yang histeris melihat idola mereka. Konser dibuka dengan penampilan BTS membawakan lagu terbaru mereka ‘Not Today’. Suasana langsung dibawa panas dan super hype dengan fanchant yang membahana. The most ‘benging’ moment for my ears adalah saat ment di antara dua lagu dan Suga melepas earphonenya untuk mendengarkan para Army. Entah berapa mencapai desibel rasanya telinga ini terpapar.

Lagu-lagu pilihan terus dibawakan dengan hanya memberi jeda VCR beberapa menit untuk kami bernapas dan rehat dari penampilan yang menakjubkan. Penampilan solo para member sungguh berkesan; untuk saya yang paling berkasan jelas Jimin – Lie (dengan blindfold dan chandelier yang turun dari langit-langit panggung), Jungkook – Begin (ga perlu dijelasin lah kenapa, keren pokonya), Taehyung – Stigma (HIS DEEP VOICE OMG I CANT), dan J-Hope – MAMA (HIS ANGELIC SMILE. I NEVER FALLING THAT BAD FOR SOMEONE’S SMILE. Terkuak sudah mengapa J-Hope menjadi salah satu bias wrecker terbaik).Performa selanjutnya yang succesfully taking my breath away was Rap Line dengan Cypher pt.4. SUNGGUH TERLALU! IT WAS SUPER LIT AND SWAG AND AWESOME AND DAEBAK I JUST CANT DESCRIBE IT WITH THE RIGHT WORDS. Maafkan capslock bisa jebol kalo gini caranya.

Fan project menyanyikan lagu 2!3! dengan lirik persembahan dari Army INA pun sukses! BTS nampak hikmat mendengarkan, namun sayangnya dikarenakan persiapan lagu selanjutnya yaitu Spring Day, mereka segera memposisikan diri di tengah fan project ini. Pada akhir konser, para member berkeliling seluruh stage dan mencoba berinteraksi dengan para Army. Flying kiss Jin, angelic smile J-Hope yang berpose dengan banner project dan bunga kuning properti project Spring Day, beagle line Jungkook yang melemparkan poke ball dari Army ke arah V, Christian Chim going around teasing Army with his act, dimple smile Rapmon, dan swag Suga bertebaran ke segala arah. IT WAS SO FUN YET SAD since its getting closer to the farewell. Dan puncaknya, konser diakhiri dengan BTS memberikan last bow di extended stage. SO SADDDDD :’

Dan begitulah. Perform selama 2,5 jam hanya terasa seperti 2,5 menit. Iya lebay tau. Tapi di balik konser yang super keren, ada banyak cerita berkesan lain. Lemme spam it here;
  1. Di awal konser, saat MV masih ditayangkan, seorang Army menghampiri saya mengajak berkenalan. Amira namanya seingat saya. Dia menanyakan apakah saya sudah shalat maghrib, karena waktu masuk venue bertepatan dengan adzan. Saya mengatakan bahwa saya berniat untuk menjama’ shalat saya. Kemudian dia berkata jika dia tidak bisa menjama’ karena domisilinya yang asli Jakarta. Ia memutuskan meminjam mukena saya dan shalat di dekat pagar belakang section Red B dengan alas hand banner. Dan begitulah, di tengah ramainya fanchant dan teriakan fangirl, dia melaksanakan shalat maghrib. MEN. It was so impressive I lost word.
  2. Posisi saya di dekat pagar belakang section Red B memudahkan akses pandangan saya ke segala arah, termasuk FOH. Di FOH tersebut, mostly ditempati oleh  BTS Crew dengan wajah kekoreaan yang khas. Each crew had their own Apple to controlled the show. What impressed me adalah, sekerennya BTS perform, sehebatnya mereka meng-compose dan memproduseri banyak lagu mereka sendiri, sekayanya mereka mengantongi copyright mereka sendiri, but all that was nothing without these great crew behind them. Mulai dari coordi-noona yang bisa dengan tepat memadupadankan outfit mereka dan merias mereka menjadi super flawless, hair dresser yang meningkatkan ketampanan mereka dengan rambut fluffy nya, stage director yang dengan cerdas menata layout panggung, dan masih banyak lagi crew lain yang in charge behind the stage to make them shine. This made me think a lot. Too much that I cant write it here. Haha.
  3. Banyaknya manusia yang berkerumun di satu tempat indeed meningkatkan kemungkinan berbagai kejadian yang tidak diharapkan. Salah satu yang terjadi adalah beberapa Army yang jatuh pingsan atau lemas. Mostly karena tergencet oleh crowd. Bukan karena ganas, tapi itulah yang wajar terjadi di standing section (atau mungkin benar karena crowd yang ganas?). Konser baru berjalan beberapa menit, sudah banyak fangirl yang tumbang. Posisi saya di pinggir pagar yang dekat dengan jalur evakuasi menyebabkan saya menjadi saksi mata bagaimana paramedis sibuk berlalu lalang mengangkut para korban. Rasanya nyesek dan sayang, tiket yang sudah dibeli dan waktu yang sudah diluangkan untuk menonton (dan mengantri dari pagi) jadi sia-sia karena kejadian yang tidak diharapkan. And there was me, yang jadi galau antara harus nolong korban atau menikmati konser. Tapi kembali lagi, tiap orang sudah memiliki peran dan tugasnya masing-masing; paramedis untuk menolong korban dan fangirl untuk menikmati konser *NGELES BANGET PARAH. GINI KATANYA MAU JADI DOKTER YANG BERMANFAAT. Maafkan Hamba, ya Allah :’
  4. After the concert, saya menuju tempat penitipan barang dan bertemu dengan seorang wanita ini. Usianya mungkin mendekati usia ibu saya, dan dengan sangat berapi-api dia bercerita tentang how messed up was the concert preparation was. Kata-kata yang masih saya ingat sampai sekarang ‘Untung performance-nya BTS naikin banget. Kalo nggak, ini sepatu sudah melayang ke panggung, bukannya fan gift’. Tante ini ternyata sudah semacam ‘professional concert goers’ di mana beliau pernah beberapa kali mendatangi konser di negera lain dengan pengaturan pre-concert (termasuk ticketing dan antrian) yang lebih rapih. Masih butuh banyak masukan dan pengalaman untuk Indonesia bisa menjadi serapih negara-negara tersebut sepertinya ya, Tant?
  5. Going back to pre-concert, banyak juga drama yang terjadi. Terutama ticketing. Promotor konser mempercayakan ticketing ke dua situs online ticketing. Pada saat open sale di tanggal 4 April pukul 8 malam (iya saya akan selalu ingat ini sebagai tanggal sakral di hidup saya *lebay lagi), dalam waktu tidak sampai 30 menit, section Red habis terjual. Padahal ini adalah section dengan harga tertinggi. Disusul section lain yang akhirnya sold out dalam kurun waktu tidak sampai 1 jam. Peak hour dari ticket war dianggap telah lewat. Masih banyak Army yang kehabisan tiket. Tidak sampai di situ, saat pembayaran pun banyak yang mengalami kesulitan, salah satunya senior saya, Mbak Khofi yang sedang internship di Ponorogo dan bela-belain ambil cuti untuk nonton konser. Tiketnya sempat hangus karena pembayaran yang gagal dan akhirnya Mbak Khofi lembur semalam suntuk demi mendapatkan tiket, padahal paginya jam 5 dia harus menuju site longsor Ponorogo untuk menjadi tim medis. Alhamdulillah jam 3 pagi Mbak Khofi mendapatkan tiketnya. Tiket saya sendiri telah aman didapatkan oleh teman saya di jam 8.10 menit saat saya masih di tengah presentasi tugas kuliah.
For the mean time, agaknya blabbering saya cukup sekian. Gonna upload it with photos and videos if possible.
The members interaction with Army by using bahasa. They sound so kiyowo :"D



MV on display

Antrian lapis kedua; masuk hall 1

Iseng maen ke BBW :B

Booth penukaran tiket fisik yang sudah mulai lengang

Tiket fisik dan wristband soundcheck

Wristban soundcheck dan section Red B

The perks of fangirl sholehah

Crowd di hall 2; antrian open gate

Antrian pembelian air mineral (yang dituang ke gelas karton dengan harga 10k)

BIG BAD WOLF. You're so BAD for teasing me, dear Wolf *apaseh

Handbanner project di lagu 'Save Me'. Trans: 'Because in this pitch black darkness, you're shining so brightly' - Jin's line

Crowd purple (standing) dan Yellow-Blue (free seating)



Post concert; some Army doing 'Be Clean Army' Project. Taking trash from the venue. JJANG!

Nomor penitipan, Dengan background penitipan yang....... Tercecer tanpa loker :'

Crowd Hall 2; pre open gate

Beberapa orang yang memanfaatkan untuk mencari rejeki

(Katanya) official merch; hand cream, backpack, and some others

Even om-om that I believe they don't even know BTS but they sell the merch

So apperantly adding videos should be done one by one. Gonna upload it in ytube then. 

1 comment:

Unknown said...

mbak beli tiketnya di online shop apa?