This is maybe
going to be my last post as an 18 year old Nikma.
Apa kabar? Ke mana aja selama ini?
Kabar baik alhamdulillah. Gak kemana-mana kok. Tapi iya ya, saya merasa
sedikit ‘menghilang’. Jadi, kemana dong saya? Mungkin tenggelam dalam projects
yang bejibun naudzubillah dan perkuliahan yang sangar. Najis sok sibuk amat. Ternyata
kangen juga dengan keleyeh-leyehan saya di jaman SMA. Sekarang nyaris tiap
sampe asrama matahari udah gak ada. Bahkan beberapa kegiatan asrama sering saya
skip. Maaf hlo.
Err. Agak garing njenengan sekarang kayaknya. Kemana
kecangkeman anda yang dulu?
Iyakah? Well mungkin kecangkeman saya mulai terbatas menjadi cangkeman 140
karakter. Salahkan microblogging tetangga. Tapi tetep thanks for it, saya jadi
belajar bagaimana menulis dengan lebih efektif dan—mungkin—lebih atos dari yang dulu. Gimana
sih ini caranya sembuh dari keatosan? Bahkan di dunia kuliah yang masih terhitung
baru berjalan, saya sudah mendapat cap atos—selain cangkeman. Udah bukan akut lagi, tapi
kronis. Ciyee yang udah tau bedanya akut sama kronis. FYI aja deh sekalian
berbagi ilmu yang baru didapet. Dulu, saya pikir akut dan kronis itu gak beda
jauh. Sama-sama udah berat gitu lah. Ternyata di dunia kedokteran, akut berlaku
untuk penyakit yang baru saja kejadian, atau baru saja diderita pasien dan
itungan maksimalnya hanya mingguan, tapi kalo kronis itu yang udah lama banget
dan bisa saja sampai bulanan. Begitu. Subhanallah ya saya gak sia-sia kuliah—rada—rajin. Yes mulai melantur. Dan saya
semakin suka ketika apa yang saya tulis semakin gak jelas.
Udah nih gini aja? Beneran udah gak ingin
menyalurkan hasrat cangkeman lagi? Tumben.
Actually. I do reaaaallllyyy wanna throw all of my shit here. Dari jaman
awal semester dua sepertinya saya sudah menyimpan terlalu banyak. Tapi lagi-lagi
tidak ada kesempatan untuk membuangnya.
Mulai dari NLS. National Leadership Summit. Meeting nasional CIMSA yang
tahun ini diadakan oleh UGM dan bagusnya adalah venuenya deket. Di kaliurang
atas. Jauh dong. At least masih di regional Jogja bok. National meeting
sebelumnya lebih jauh lagi. Banyak banget yang bisa diceritain dari NLS ini.
Temen baru, pengalaman baru, kecengan baru. Nah loh. Gak sembuh juga anda, Nik.
Yasudahlah. Mumpung masih waktunya. Dan begitulah. Sedikit teaser dari
nostalgia NLS.
Lanjut ke AndroAIDS yang FINALLY terlaksana. Di saat semangat saya nyaris
kepangkas habis setelah melalui halang rintang dan tembok terbesar berupa
leyeh-leyeh sesaat di kampung halaman. Yup. Persiapan dari AndroAIDS ini memang
nabrak libur semesteran. Dan ini yang bikin tambah males untuk meneruskan. Padahal
di awal semangat udah berapi-api banget. Manusia. Jadi gimana AndroAIDS-nya? Well.
Jauh dari ekspektasi, jelas. Jauh kurang, bukan jauh melampaui, sayangnya. Setidaknya
masih ada peserta lah. Pathetic. Tapi yang bisa diambil dari event ini adalah
kita bisa ngenalin ke temen-temen lain gimana sih sebenernya ODHA itu lewat
talkshownya. Karena mereka pun sama dengan kita. Malah asik diajak ngobrol dan
jelas nambah pengetahuan. Memang butuh ya untuk keluar dari zona aman. Ini belum
bisa dihitung keluar juga sih. Oke. Saya sempat ngobrol singkat dengan salah
satu ODHA di luar talkshow ini yang memang penampilannya bisa dibilang rada
awuran. Style hip hop gitu dengan jaket gedombrongan. Tapi setelah dipancing
dikit ternyata beliau asik untuk diajak ngobrol dan saya jadi tau beberapa
trivia perobatan—karena
kebetulan ODHA yang ini karena obat, bukan karena sex—such as di Samarinda para
pecandu masih bisa dengan gampang mendapatkan obatan-obatan dan dengan harga
yang lebih miring. Kenapa? karena deket sama Malaysia which is one of the source
for them to get that. Dan masih ada beberapa trivia lainnya. Intinya saya cukup
puas dengan terselesaikannya AndroAIDS ini.
Kan. Yang ada saya cerita project MMSA semua. Terus cerita tentang saya
gimana? Ash gak penting. Entah kenapa saya seperti menderita PMS kronis sesemester
ini. PMS yang ini pra menstruation syndrome ya bukan penyakit menular seks. Amit-amit
naudzubillah. See? Saya sudah mulai lupa bagaimana rasanya cerita tentang saya
saja di sini. Bukan tentang hal lain. Alah.
Apa lagi apa lagi?
Wuh buanyak. Eh kemaren betewe
Mbah Mursyidi ngajar di amphiB. Siapakah Mbah Mursyidi ini? Beliau adalah
mantan rektor UMY dan Mbah-tumpangan-kartu-keluarga-Jogja saya. jadi waktu dulu
jaman pendafataran SMA masih menggunakan sistem KK, saya dobel KK dengan
menumpang di KK beliau. Kok bisa kenal? Karena beliau dulunya childhood friend
of my grands. Jadi gitu. Beliau ngajarnya asik. Banyak ngasih trivia juga—walaupun sedikit kurang related
ke topik kuliahnya. Ada yang nyambung juga deng. Kayak misalnya mispersepsi
masyarakat Indonesia yang menyamaratakan narkoba dan napza. Bahkan di soft
skill UNIRES ft. BKKBN kemaren juga menyamaratakan. Padahal ternyata untuk
obat-obatan bakal lebih tepat kalo nyebutnya NAPZA (narkotika, zat
psikotropika, dan zat adiktif lainnya) instead of NARKOBA (narkotika dan barang
berbahaya; bahan peledak, radioaktif, dll). Begitu kawan. Lumayan kan nih ilmu
nambah juga ternyata.
Udahan aja lah. Mau nanyain lagi udah kepanjangan.
Okaiyh. Sebenernya masih banyak lagi pengalaman saya selama setahun umur 18
kemaren. Tapi enaknya sekarang tidur sebentar dan semoga masih dibangunkan
Allah untuk menjalani umur selanjutnya dengan lebih berkah. AMIIN. Dan bangun
nanti juga semoga bisa langsung belajar histo + biokim dan nyari bahan
tutorial. Gawd. Kadang masih terasa ingin pindah jurusan biar gak sebegininya
jungkir balik belajar. Kan. Mau sukses kok gak mau kerja keras. Lucu kamu Nik.
Then. Good luck at your journey to find your
success, Nikma! Selamat menikmati susahnya dunia, dan TOLONG BANGET inget
akhiratnya juga ya. Mana shalat tepat waktumu? Mana tilawahmu? Mana hafalanmu
yang dulu? Be better for all loh. Gak cuma di duniawi aja. Oke deh.
1 comment:
ciyeeeeeee 19 ciyeeeeeeeeeeee ;D
Post a Comment