Sunday, April 8, 2012

Last 18 yo Post. Apa Kabar?


This is maybe going to be my last post as an 18 year old Nikma.

Apa kabar? Ke mana aja selama ini?
Kabar baik alhamdulillah. Gak kemana-mana kok. Tapi iya ya, saya merasa sedikit ‘menghilang’. Jadi, kemana dong saya? Mungkin tenggelam dalam projects yang bejibun naudzubillah dan perkuliahan yang sangar. Najis sok sibuk amat. Ternyata kangen juga dengan keleyeh-leyehan saya di jaman SMA. Sekarang nyaris tiap sampe asrama matahari udah gak ada. Bahkan beberapa kegiatan asrama sering saya skip. Maaf hlo.

Err. Agak garing njenengan sekarang kayaknya. Kemana kecangkeman anda yang dulu?
Iyakah? Well mungkin kecangkeman saya mulai terbatas menjadi cangkeman 140 karakter. Salahkan microblogging tetangga. Tapi tetep thanks for it, saya jadi belajar bagaimana menulis dengan lebih efektif dan—mungkin—lebih atos dari yang dulu. Gimana sih ini caranya sembuh dari keatosan? Bahkan di dunia kuliah yang masih terhitung baru berjalan, saya sudah mendapat cap atos—selain cangkeman. Udah bukan akut lagi, tapi kronis. Ciyee yang udah tau bedanya akut sama kronis. FYI aja deh sekalian berbagi ilmu yang baru didapet. Dulu, saya pikir akut dan kronis itu gak beda jauh. Sama-sama udah berat gitu lah. Ternyata di dunia kedokteran, akut berlaku untuk penyakit yang baru saja kejadian, atau baru saja diderita pasien dan itungan maksimalnya hanya mingguan, tapi kalo kronis itu yang udah lama banget dan bisa saja sampai bulanan. Begitu. Subhanallah ya saya gak sia-sia kuliah—rada—rajin. Yes mulai melantur. Dan saya semakin suka ketika apa yang saya tulis semakin gak jelas.

Udah nih gini aja? Beneran udah gak ingin menyalurkan hasrat cangkeman lagi? Tumben.
Actually. I do reaaaallllyyy wanna throw all of my shit here. Dari jaman awal semester dua sepertinya saya sudah menyimpan terlalu banyak. Tapi lagi-lagi tidak ada kesempatan untuk membuangnya.
Mulai dari NLS. National Leadership Summit. Meeting nasional CIMSA yang tahun ini diadakan oleh UGM dan bagusnya adalah venuenya deket. Di kaliurang atas. Jauh dong. At least masih di regional Jogja bok. National meeting sebelumnya lebih jauh lagi. Banyak banget yang bisa diceritain dari NLS ini. Temen baru, pengalaman baru, kecengan baru. Nah loh. Gak sembuh juga anda, Nik. Yasudahlah. Mumpung masih waktunya. Dan begitulah. Sedikit teaser dari nostalgia NLS.
Lanjut ke AndroAIDS yang FINALLY terlaksana. Di saat semangat saya nyaris kepangkas habis setelah melalui halang rintang dan tembok terbesar berupa leyeh-leyeh sesaat di kampung halaman. Yup. Persiapan dari AndroAIDS ini memang nabrak libur semesteran. Dan ini yang bikin tambah males untuk meneruskan. Padahal di awal semangat udah berapi-api banget. Manusia. Jadi gimana AndroAIDS-nya? Well. Jauh dari ekspektasi, jelas. Jauh kurang, bukan jauh melampaui, sayangnya. Setidaknya masih ada peserta lah. Pathetic. Tapi yang bisa diambil dari event ini adalah kita bisa ngenalin ke temen-temen lain gimana sih sebenernya ODHA itu lewat talkshownya. Karena mereka pun sama dengan kita. Malah asik diajak ngobrol dan jelas nambah pengetahuan. Memang butuh ya untuk keluar dari zona aman. Ini belum bisa dihitung keluar juga sih. Oke. Saya sempat ngobrol singkat dengan salah satu ODHA di luar talkshow ini yang memang penampilannya bisa dibilang rada awuran. Style hip hop gitu dengan jaket gedombrongan. Tapi setelah dipancing dikit ternyata beliau asik untuk diajak ngobrol dan saya jadi tau beberapa trivia perobatan—karena kebetulan ODHA yang ini karena obat, bukan karena sex—such as di Samarinda para pecandu masih bisa dengan gampang mendapatkan obatan-obatan dan dengan harga yang lebih miring. Kenapa? karena deket sama Malaysia which is one of the source for them to get that. Dan masih ada beberapa trivia lainnya. Intinya saya cukup puas dengan terselesaikannya AndroAIDS ini.
Kan. Yang ada saya cerita project MMSA semua. Terus cerita tentang saya gimana? Ash gak penting. Entah kenapa saya seperti menderita PMS kronis sesemester ini. PMS yang ini pra menstruation syndrome ya bukan penyakit menular seks. Amit-amit naudzubillah. See? Saya sudah mulai lupa bagaimana rasanya cerita tentang saya saja di sini. Bukan tentang hal lain. Alah.

Apa lagi apa lagi?
                Wuh buanyak. Eh kemaren betewe Mbah Mursyidi ngajar di amphiB. Siapakah Mbah Mursyidi ini? Beliau adalah mantan rektor UMY dan Mbah-tumpangan-kartu-keluarga-Jogja saya. jadi waktu dulu jaman pendafataran SMA masih menggunakan sistem KK, saya dobel KK dengan menumpang di KK beliau. Kok bisa kenal? Karena beliau dulunya childhood friend of my grands. Jadi gitu. Beliau ngajarnya asik. Banyak ngasih trivia juga—walaupun sedikit kurang related ke topik kuliahnya. Ada yang nyambung juga deng. Kayak misalnya mispersepsi masyarakat Indonesia yang menyamaratakan narkoba dan napza. Bahkan di soft skill UNIRES ft. BKKBN kemaren juga menyamaratakan. Padahal ternyata untuk obat-obatan bakal lebih tepat kalo nyebutnya NAPZA (narkotika, zat psikotropika, dan zat adiktif lainnya) instead of NARKOBA (narkotika dan barang berbahaya; bahan peledak, radioaktif, dll). Begitu kawan. Lumayan kan nih ilmu nambah juga ternyata.

Udahan aja lah. Mau nanyain lagi udah kepanjangan.
Okaiyh. Sebenernya masih banyak lagi pengalaman saya selama setahun umur 18 kemaren. Tapi enaknya sekarang tidur sebentar dan semoga masih dibangunkan Allah untuk menjalani umur selanjutnya dengan lebih berkah. AMIIN. Dan bangun nanti juga semoga bisa langsung belajar histo + biokim dan nyari bahan tutorial. Gawd. Kadang masih terasa ingin pindah jurusan biar gak sebegininya jungkir balik belajar. Kan. Mau sukses kok gak mau kerja keras. Lucu kamu Nik.

Then. Good luck at your journey to find your success, Nikma! Selamat menikmati susahnya dunia, dan TOLONG BANGET inget akhiratnya juga ya. Mana shalat tepat waktumu? Mana tilawahmu? Mana hafalanmu yang dulu? Be better for all loh. Gak cuma di duniawi aja. Oke deh.


1 comment:

syahmina said...

ciyeeeeeee 19 ciyeeeeeeeeeeee ;D