When I say I don’t like
something, I really don’t like it. Maybe I even almost hate it. But when I like
something, I’ll be like in love with it. Whatever people may say, I’ll still
love it.
Dan itu yang mungkin
sedang terjadi sekarang. Saya sedang suka hal ini. Walaupun mungkin orang
bilang ‘Ih apaan sih kok itu’ tapi saya akan tetap suka.
Berbanding terbalik
dengan ketidaksukaan saya yang satu lagi. Semacam, saya akan mencoba segala
cara untuk menghindarinya. Seriusan. Terlalu ekstrim kah? Lebay? Ah so what.
***
‘Aku suka Nik ngeliat
yang kayak gini. You both know that you like each other but you keep it well
and you don’t show it obviously. That’s better than those ridiculous couples
who declared their relationship.’
Itu kata seorang teman saya. Benarkah? Benarkah
both of us feel the same? Benarkah both of us know it? Actually, I doubt that. A
little. Mungkin keragu-raguan saya juga hanya semacam modus untuk
mempertahankan saya untuk tetap menjejak di tanah. Tidak terbang terlalu tinggi
sampai entah lapisan langit keberapa. Who doesn’t want the same feelings from
their someone special? No one kan kayaknya. So do I.
Ah tapi yasudahlah. Siapa
juga yang benar-benar mengetahui perasaan seseorang selain orang itu sendiri. Not
even their bestest friend nor their parents nor their any other someone close. Mungkin
iya saya bilang A pada teman saya. Tapi yang tau bahwa sebenarnya saya B hanya
saya sendiri. Iya kan?
***
‘Kalian berdua sama-sama munafik kalo aku bilang.’
Itu kata seorang teman saya yang lain. Iya saya tau saya memang munafik. I
say no when actually—maybe—the fact is yes. But isn’t it kinda stupid when I show
the real yes of me when he doesn’t think doesn’t feel doesn’t act yes at all? I
don’t want to be the stupid one. Kalo mau tolol, ayo tolol-tololan bareng. Jangan
cuma saya aja yang menikmati ketololan sendirian.
Oke. Semakin tolol tampaknya. Mari kuliah.
No comments:
Post a Comment