Tuesday, December 6, 2011

Tolol Mungkin


When I say I don’t like something, I really don’t like it. Maybe I even almost hate it. But when I like something, I’ll be like in love with it. Whatever people may say, I’ll still love it.

Dan itu yang mungkin sedang terjadi sekarang. Saya sedang suka hal ini. Walaupun mungkin orang bilang ‘Ih apaan sih kok itu’ tapi saya akan tetap suka.

Berbanding terbalik dengan ketidaksukaan saya yang satu lagi. Semacam, saya akan mencoba segala cara untuk menghindarinya. Seriusan. Terlalu ekstrim kah? Lebay? Ah so what.

***

‘Aku suka Nik ngeliat yang kayak gini. You both know that you like each other but you keep it well and you don’t show it obviously. That’s better than those ridiculous couples who declared their relationship.’

 Itu kata seorang teman saya. Benarkah? Benarkah both of us feel the same? Benarkah both of us know it? Actually, I doubt that. A little. Mungkin keragu-raguan saya juga hanya semacam modus untuk mempertahankan saya untuk tetap menjejak di tanah. Tidak terbang terlalu tinggi sampai entah lapisan langit keberapa. Who doesn’t want the same feelings from their someone special? No one kan kayaknya. So do I.

Ah tapi yasudahlah. Siapa juga yang benar-benar mengetahui perasaan seseorang selain orang itu sendiri. Not even their bestest friend nor their parents nor their any other someone close. Mungkin iya saya bilang A pada teman saya. Tapi yang tau bahwa sebenarnya saya B hanya saya sendiri. Iya kan?

***

‘Kalian berdua sama-sama munafik kalo aku bilang.’

Itu kata seorang teman saya yang lain. Iya saya tau saya memang munafik. I say no when actually—maybe—the fact is yes. But isn’t it kinda stupid when I show the real yes of me when he doesn’t think doesn’t feel doesn’t act yes at all? I don’t want to be the stupid one. Kalo mau tolol, ayo tolol-tololan bareng. Jangan cuma saya aja yang menikmati ketololan sendirian.

Oke. Semakin tolol tampaknya. Mari kuliah. 

No comments: