Sunday, December 18, 2011

Para Manusia Luar Biasa


Baru saja mendapatkan banyak ilmu dan pengalaman baru. Salah. Bukan baru saja. Tapi sejak kuliah ini, dengan sangat luar biasa mata saya sedikit lebih dibuka. Lebih ditunjukkan kalau dunia gak cuma itu-itu aja. Gak cuma saya, keluarga, dan teman-teman saya. Tapi jauh lebih luas dari itu. Ya jelas ya. Dunia gak berporos di kamu kan, Nik.

Di ScoRA MMSA UMY, yang awalnya saya pikir gak bakal segimananya, ternyata sangat gimana-gimana. Saya menemukan banyak manusia luar biasa dengan ide kreatif yang luar binasa di dalamnya. Kenapa sampai luar binasa? Karena dengan luar biasanya saya sampai merasa ide saya pantas untuk dibinasakan. Berasa gak ada apa-apanya. 

Banyak manusia yang membuat saya kagum. Saya banyak belajar tentang tidak melihat sesuatu dari luarnya. Ya walaupun yang namanya penampilan luar dan kesan pertama itu jelas berpengaruh, tapi persentasenya gak akan lebih besar dari hal asli dari dalemnya sesuatu itu. Ash bahasa. Kenapa jadi belibet gini sih ya.
Terutama dua orang ini yang bisa saya underline-bold-italic-stabilo kuning terang. Oknum pertama, seorang ScoRA MMSA tahun 2010. Di awal saya bertemu, keliatan orangnya gak asik. Atos, pendiem, cuek. Setelah dicomblangkan di satu sie dalam suatu project, barulah saya tau sebenernya orang ini. Dan satu kata. Luar biasa. Oke, thats two words. Ternyata, jebul, apparently, dia tipe orang yang sangat kreatif. Dalam mengonsep acara, dia bisa bener-bener detail dan matang. Gak seperti saya yang masih ecek-ecek. Mungkin belum waktunya aja kan ya. Masih kurang pengalaman dan pengetahuan. Gak ada kan yang namanya orang pinter, tapi si pinter ini cuma tau lebih dulu. Ya gak? Tapi yang namanya manusia jelas gak luput dari kekurangan. Begitupun senior saya ini. Di forum kecil, atau katakanlah hanya diskusi saya dan dia, segala ide dewanya bisa disampaikan dengan lancar dan wauw. Tapi begitu giliran presentasi di depan forum yang sedikit lebih besar dengan beberapa tambahan anggota diskusi di dalamnya, dengan ajaib kecangkemannya bisa hilang. Heran. Oh oke. Manusiawi.

Oknum kedua, ScoRA MMSA tahun 2009. Beda dengan oknum pertama tadi, yang ini sudah tampak wauwnya dari awal. Dari sejak promosi MMSA di awal blok 1. Dengan luar biasanya dia memimpin gerombolan MMSA promosi ke kami para mahasiswa baru. Keliatan kalau dia ini bisa dengan pinter menjilat dengan gaya bahasanya yang tertata dengan baik. Sampai pada sekarang ini saya kenal lebih baik dengan dia, dan ternyata memang, wauw. Saya kagum dengan luasnya pengetahuan dan pintarnya beliau mengkondisikan suasana. Baik meringankan atau menyeriuskan. Rasanya nek semisal beliau mengajak kita untuk bertolol-tololan, seingin apapun kita untuk berusaha serius, pasti akan luluh dengan godaan ketololannya. Ash lagi-lagi bahasa saya.

Oke. Cukup dulu per-MMSA-an nya. Mari beralih ke topik lain yang juga cukup menarik. TBM ALERT. Tim Bantuan Medis Asy-Syifa Life Emergency Rescue Team. Tim kesehatannya FKIK UMY. Apa yang bikin mereka menarik? Kalau saya mungkin karena jaketnya keunikannya. Beda dengan UKM lain yang sepertinya terlalu mengotak-kotakkan menjadi berbagai divisi atau sco atau apalah namanya, TBM keliatan lebih nyatu. Ini yang sering dibanggakan oleh Bos-nya. Dia mengumpamakan TBM sebagai keluarga. Karena sampai lulusnya anggotanya pun tetap bisa bergabung dan dianggap sebagai anggota dari TBM ALERT. Itu kenapa ALERT bukan mendeklarasikan diri sebagai TBMM—Tim Bantuan Medis Mahasiswa—tapi hanya TBM. Karena kalaupun sudah bukan mahasiswa, anggotanya tetap akan aktif di ALERT. How sweet. Dan saya satu dari sekian lain yang ingin menjadi salah satu anggotanya. Walaupun setelah melewati beberapa rangakaian open recruitment saya sadar kalau kemampuan saya masih kurang. Masih terlalu awam. Maklum tahun pertama. Banyak senior lain yang juga masih mencoba untuk menjadi anggota TBM. Bukan hanya mahasiswa tahun pertama. Kan. TBM has its own charm. Ada pesona sendiri yang menarik para mahasiswa untuk menjadi anggota TBM.

Eh agak lumayan ya ini isinya postingnya. Ah masak? At least tidak seperti biasanya saya bermain hati di posting. Padahal juga lebih buanyak lagi yang bisa diceritain tentang masalah hati. Ah tapi yasudahlah. eh coba deh itung ada berapa kata ‘banyak’ dan ‘luar biasa’ di posting ini. Sepertinya terlalu berlebih dua vocab itu.

No comments: