Baru saja mendapatkan
banyak ilmu dan pengalaman baru. Salah. Bukan baru saja. Tapi sejak kuliah ini,
dengan sangat luar biasa mata saya sedikit lebih dibuka. Lebih ditunjukkan
kalau dunia gak cuma itu-itu aja. Gak cuma saya, keluarga, dan teman-teman
saya. Tapi jauh lebih luas dari itu. Ya jelas ya. Dunia gak berporos di kamu
kan, Nik.
Di ScoRA MMSA UMY, yang
awalnya saya pikir gak bakal segimananya, ternyata sangat gimana-gimana. Saya menemukan
banyak manusia luar biasa dengan ide kreatif yang luar binasa di dalamnya. Kenapa
sampai luar binasa? Karena dengan luar biasanya saya sampai merasa ide saya
pantas untuk dibinasakan. Berasa gak ada apa-apanya.
Banyak manusia yang
membuat saya kagum. Saya banyak belajar tentang tidak melihat sesuatu dari
luarnya. Ya walaupun yang namanya penampilan luar dan kesan pertama itu jelas
berpengaruh, tapi persentasenya gak akan lebih besar dari hal asli dari
dalemnya sesuatu itu. Ash bahasa. Kenapa jadi belibet gini sih ya.
Terutama dua orang ini
yang bisa saya underline-bold-italic-stabilo kuning terang. Oknum pertama,
seorang ScoRA MMSA tahun 2010. Di awal saya bertemu, keliatan orangnya gak
asik. Atos, pendiem, cuek. Setelah dicomblangkan di satu sie dalam suatu
project, barulah saya tau sebenernya orang ini. Dan satu kata. Luar biasa. Oke,
thats two words. Ternyata, jebul, apparently, dia tipe orang yang sangat
kreatif. Dalam mengonsep acara, dia bisa bener-bener detail dan matang. Gak seperti
saya yang masih ecek-ecek. Mungkin belum waktunya aja kan ya. Masih kurang
pengalaman dan pengetahuan. Gak ada kan yang namanya orang pinter, tapi si
pinter ini cuma tau lebih dulu. Ya gak? Tapi yang namanya manusia jelas gak
luput dari kekurangan. Begitupun senior saya ini. Di forum kecil, atau
katakanlah hanya diskusi saya dan dia, segala ide dewanya bisa disampaikan
dengan lancar dan wauw. Tapi begitu giliran presentasi di depan forum yang sedikit
lebih besar dengan beberapa tambahan anggota diskusi di dalamnya, dengan ajaib
kecangkemannya bisa hilang. Heran. Oh oke. Manusiawi.
Oknum kedua, ScoRA MMSA
tahun 2009. Beda dengan oknum pertama tadi, yang ini sudah tampak wauwnya dari
awal. Dari sejak promosi MMSA di awal blok 1. Dengan luar biasanya dia memimpin
gerombolan MMSA promosi ke kami para mahasiswa baru. Keliatan kalau dia ini
bisa dengan pinter menjilat dengan gaya bahasanya yang tertata dengan baik. Sampai
pada sekarang ini saya kenal lebih baik dengan dia, dan ternyata memang, wauw. Saya
kagum dengan luasnya pengetahuan dan pintarnya beliau mengkondisikan suasana. Baik
meringankan atau menyeriuskan. Rasanya nek semisal beliau mengajak kita untuk
bertolol-tololan, seingin apapun kita untuk berusaha serius, pasti akan luluh
dengan godaan ketololannya. Ash lagi-lagi bahasa saya.
Oke. Cukup dulu
per-MMSA-an nya. Mari beralih ke topik lain yang juga cukup menarik. TBM ALERT.
Tim Bantuan Medis Asy-Syifa Life Emergency Rescue Team. Tim kesehatannya FKIK
UMY. Apa yang bikin mereka menarik? Kalau saya mungkin karena jaketnya keunikannya.
Beda dengan UKM lain yang sepertinya terlalu mengotak-kotakkan menjadi berbagai
divisi atau sco atau apalah namanya, TBM keliatan lebih nyatu. Ini yang sering
dibanggakan oleh Bos-nya. Dia mengumpamakan TBM sebagai keluarga. Karena sampai
lulusnya anggotanya pun tetap bisa bergabung dan dianggap sebagai anggota dari
TBM ALERT. Itu kenapa ALERT bukan mendeklarasikan diri sebagai TBMM—Tim Bantuan Medis Mahasiswa—tapi hanya TBM. Karena kalaupun
sudah bukan mahasiswa, anggotanya tetap akan aktif di ALERT. How sweet. Dan saya satu
dari sekian lain yang ingin menjadi salah satu anggotanya. Walaupun setelah
melewati beberapa rangakaian open recruitment saya sadar kalau kemampuan saya
masih kurang. Masih terlalu awam. Maklum tahun pertama. Banyak senior lain yang
juga masih mencoba untuk menjadi anggota TBM. Bukan hanya mahasiswa tahun
pertama. Kan. TBM has its own charm. Ada pesona sendiri yang menarik para
mahasiswa untuk menjadi anggota TBM.
Eh agak lumayan ya ini
isinya postingnya. Ah masak? At least tidak seperti biasanya saya bermain hati
di posting. Padahal juga lebih buanyak lagi yang bisa diceritain tentang
masalah hati. Ah tapi yasudahlah. eh coba deh itung ada berapa kata ‘banyak’
dan ‘luar biasa’ di posting ini. Sepertinya terlalu berlebih dua vocab itu.
No comments:
Post a Comment