This is day-3 of my stay at Bontang. Exhausted but so much
fun! Iyalah baru 3 hari masi kayak penganten baru masih yang enak-enaknya aja
kerasa *tapi semoga enak terus lah sampe akhir*
So I’m going back to my blog to try being a productive me.
Yeula. Since Bontang doesn’t really have that much place to explore, I’m gonna
try to use my free time for something useful *etdyah*
This post will mainly talk about how I got my internship
site.
Pemilihan wahana batch I 2018 dibagi menjadi 3 gelombang;
lokal, regional, dan nasional. Pada hari pertama, pemilihan lokal hanya bisa
dilakukan oleh calon internship yang berada dalam satu propinsi dengan wahana
yang diinginkan. Pada kesempatan pemilihan lokal ini, saya mencoba membantu
salah satu teman saya untuk login melalui salah satu warnet di dekat suatu
universitas negeri di Yogyakarta (singkatin aja coy, udah bakal ketauan itu
maksudnya univ mana). Sesungguhnya di awal, saya hanya menawarkan ke Jamaah
untuk membantu mengklikkan karena koneksi wifi kosan kebetulan lagi lumayan.
Namun teman saya kemudian meminta bantuan untuk mengklikkan dari warnet
dikarenakan koenksi LAN dirasa lebih stabil dan menjanjikan.
Singkat cerita, pada pagi hari pemilihan lokal yang diwarnai
hujan, saya berangkat ke warnet tersebut. Ternyata banyak teman sejawat lain
yang sudah stand by mem-booking beberapa bilik.
Jam 08.50, peserta pemilihan wahana baru bisa melakukan
login. Setelah itu, tibalah detik-detik mendebarkan penatian munculnya daftar
wahana.
Pukul 09.00, setelah page direfesh, (seharusnya) muncullah
halaman daftar wahana. Namun pada kenyataannya, ketika halaman mulai direfresh,
loading beberapa saat dan wahana DIY habis sudah. WAHANA DIY HABIS DALAM WAKTU
KURANG LEBIH 10 DETIK. In fact, kursi yang tersedia di 2 wahana DIY pada pemilihan
lokal ini kurang lebih 22 kursi. Ludes habis.
Kalo coba distatistikkan, ada sekitar 200 orang berebut 22
kursi. Ya gimana ga abis dalam hitungan detik :’)
Dari situlah kemudian saya belajar. Belajar bagaimana
melewati hunger game ini.
Beberapa hari kemudian, jadwal pemilihan regional untuk
cluster saya. Sebelumnya saat H-1, saya sudah mencoba survey ke salah satu
warnet di Jalan Kaliurang. Dari hasil percobaan saya, baik ping, download
speed, maupun upload speed cukup stabil.
Malam sebelum pemilihan regional, teman saya yang tempo hari
saya bantu untuk memback-up pemilihan wahana menghubungi, menawarkan suatu
gamenet di sebuah mall yang sudah dimodifikasi sedemikian rupa sehingga
kecepatannya bisa lebih. Saya mengiyakan dengan syarat cuaca esok hari baik
(saat itu Jogja sedang sering-seringnya kedapetan rejeki hujan di pagi hari).
Pagi harinya, cuaca cerah. Namun hati saya yang berkabut
*welah*
Saya masih belum mantep untuk ikut membersamai teman saya di
gamenet pilihannya. Saya coba alihkan dengan meminta doa dan restu di grup
keluarga. Lalu adik pertama saya membalasnya dengan doa dan suatu pesan; ‘Cari
warnet yang barokah ya, Mbak’. Berkecamuk pikiran saya *lebay* *tapi emang
kejadian*
Kemudian menuju jam keberangkatan saya, sekitar jam 06.30,
saya cek jam tangan saya tidak ada di tas. Saya ingat hari sebelumnya saya
simpan di tas karena harus menerjang badai dari Jakal-UMY setelah selesai
survey warnet.
Mau tak mau akhirnya saya mengarahkan motor ke warnet
surveyan tempo hari. Sesampainya di sana, warnet masih sepi. Saya menanyakan
kepada operator dan ternyata tidak ditemukan jam yang tertinggal. Akhirnya saya
memutuskan untuk mencari sendiri di sekitar bilik saya kemarin. But then I found nothing! Udah sampe
njengking-njengking ngeliatin kolong meja dan kursi but still, NOTHING.
Di tengah kepanikan, akhirnya saya coba rogoh tas saya lagi.
Saya keluarkan semua barang persis seperti yang saya lakukan di kosan sebelum
berangkat. AND THEN I FOUND IT. IT’S THERE. DI DALAM TAS DAN DI KANTONG UTAMA. Gimana
bisa……
Karena hari semakin siang, dan saya merasa sudah ditunggu
teman saya di gamenet bookingannya, saya segera turun menuju parkiran motor.
DAN TERJADI LAGI *plis jangan nyanyi* Kunci saya tidak ada……. Rogoh sana rogoh
sini, dan ternyata…….. ADA DI KANTONG JAKET!
Terus gimana ini maunya…….
Kemudian saya merasa ‘apakah ini pertanda?’ ETDYAH.
Akhirnya saya putuskan untuk menelpon board of recommendation
saya; Ibu. Dan beliau meyarankan saya untuk tetap stay di warnet yang sudah
saya survey tersebut dikarenakan juga gamenet yang saya tuju cukup jauh dan
rasanya ga akan bisa tenang di jalan menuju ke sana.
Maka begitulah, saya memesan satu bilik di warnet tersebut. Bilik
yang sama dengan tempat saya survey sebelumnya.
BILIK YANG PENUH DZIKIR DAN DOA. Sepanjang proses klik
wahana, saya hanya bisa doa dan dzikir. Pukul 08.50 saat login, masih bisa
dilakukan dengan lancar. Begitu jam 09.00…… Selesai sudah. Loading tak
berkesudahan. Kalaupun berhenti loading, hanya akan menunjukkan bahwa loading
gagal. Ternyata hal ini terjadi di seluruh tempat. Bahkan teman saya yang
memilih dari warnet ternama dan trusted untuk penklikan wahana di Jakarta juga
belum berhasil masuk ke halaman daftar wahana.
Sambil terus merefresh, saya teruskan berdoa. PANAS DINGIN
RASANYA BADAN. Sementara di grup angkatan dan di grup Jamaah Rajin Belajar juga
makin ramai dengan sharing info terkini klik wahana. Salah satu teman saya yang
mengklik dari Lombok sudah berhasil mengklik pilihan wahana, di saat banyak
tempat lain bahkan belum muncul daftar wahana tersebut.
Pukul 09.24, akhirnya daftar wahana di komputer saya sudah
muncul. Saya langsung ctrl+f dengan keyword ‘bontang’. Hanya menunggu sekian
detik, dan pakta saya sudah muncul! ALHAMDULILLAAH.
Sementara teman saya yang mengklik lebih awal belum juga
muncul pakta integritasnya. Dan banyak yang lain yang juga belum muncul daftar
wahana. Saya segera me-logout akun dan mematikan billing demi memudahkan
teman-teman se-Indonesia lainnya yang masih berjuang menembus server.
Rasanya masih disbelieve. INI BENERAN NIH UDAH DAPET WAHANA?
PILIHAN UTAMA PULA? ALLAHUAKBAR!!!
Jadi sekarang saya akan membagi tips & trick pemilihan
wahana internship (versi saya):
- 1H-sekian hari, cobalah untuk mensurvey beberapa warnet andalan di tempatmu. Yang perlu disurvey adalah; speed! Bisa menggunakan speedtest.net atau via cmd di windows dengan mengetik ‘ping(spasi)internsip.depkes.go.id’, setelah itu dienter. Perhatikan internsip tidak menggunakan huruf ‘h’ dan domain menggunakan .go.id BUKAN .co.id BUKAN .com. Selain itu, pastikan kecepatan download dan upload perbandingannya 1:1. Misal pada warnet saya, download speed 7.3 dan upload speed 7.1. Jadi kurang lebih 1:1. Ini menandakan kecepatannya stabil.
- Kalau, ini kalau ya, kalau merasa insecure, dan kebetulan warnet pilihanmu adalah andalan banyak orang lain, maka saya sarankan untuk membooking beberapa bilik sekaligus. Ini pun kalo warnetmu ada sistem booking. Jika tidak, datanglah SEPAGI MUNGKIN. Saya sempat denger kabar ada sejawat yang datang jam 2 pagi, membuka beberapa bilik sekaligus, lalu dia pulang dan kembali lagi di pagi harinya untuk persiapan klik. Saya sendiri kebetulan mendapatkan warnet yang tidak bisa booking tapi Alhamdulillah cukup sepi jadi lebih tenang. Tujuan dari booking banyak bilik ini adalah membuat sesedikit mungkin bilik yang aktif (karena kamu hanya akan memakai 1 komputer dan menganggurkan bilik lain). Dengan cara ini harapannya tidak terjadi ‘rebutan speed’ di warnet yang kamu pilih.
- Siapkan daftar alternatif wahana minimal 10 just in case pilihanmu adalah terfavorit se-Indonesia. Siapkan sejak beberapa hari sebelumnya berdasarkan survey yang kamu lakukan. Daftar ini akan membantu menghemat waktu galaumu saat pemilihan. Kegalauan sedetik akan menghilangkan kesempatan besar mendapatkan wahana yang oke. BEUH.
- Siapkan sticky notes atau notepad atau word yang bisa kamu gunakan untuk mengetik hal penting ini; email akun internship, password, dan kata kunci kota/kabupaten/nama rumah sakit pilihan pertamamu. Catatan ini akan menghemat waktu pengetikan maupun scrolling saat daftar wahana muncul. Tips lain adalah; GUNAKAN MOUSE GAME. Teman saya menceritakan bahwa penggunaan mouse ini sangat membantu karena memudahkan dan meminimalisir pergerakan.
- DOA DAN DZIKIR! Minta yang terbaik sama Allah. YANG TERBAIK YA. Saran saya, lebih baik meminta yang terbaik daripada meminta nama rumah sakit yang diharapkan. Saya pribadi, secara psikologis juga membantu untuk melegowokan just in case pilihan utama tidak didapatkan. Di manapun itu, maka itulah yang terbaik. Karena itu yang saya minta dan Allah kasih.
- Minta doa restu orang tua. INI TERPENTING! Restu Allah di restu ortu.
Kurang lebihnya saya kemaren seperti itu. Intinya sebenernya
kembali ke keberuntungan. Kalo kata orang, orang pinter kalah sama orang beruntung.
Dan keberuntungan itu siapa yang ngasi? Allah. Deketin pemberi keberuntungan.
Saat ini saya sudah di Bontang, saya dapat pilihan pertama
saya; RS Pupuk Kaltim. Semoga setahun ke depan bisa lancar, bermanfaat, dan barokah.
Amiin.
PS: warnet saya tempo hari adalah SQUARE NET di Jalan
Kaliurang KM 6. Coba aja digooling, insyaAllah nemu. Dari ringroad Jakal ke arah
utara sekitar 1-2KM, di kanan jalan. Saya menemukan warnet ini karena teman
saya diberitahu oleh senior yang dulu juga memilih di sini. Cukup sepi dan
nyaman.
PSS: kalo ada yang beneran coba klik di sini, jangan lupa
beli gudheg seberang jalannya. Duh bubur gudhegnya ENAK BANGET :’)
3 comments:
Kak,mau nanya dong, berarti internet di warnet yg kakak pilih itu cukup stabil ya? PINGnya berapa? idealnya berapa Ping dan kecepatan upload dan downloadnya, Kak?
Apakah memang perlu booking banyak bilik sekaligus?
Ada ga tips untuk memilih kuota nasional kak? kan hanya 20%
terimakasih kak !!
Kak boleh tlg review gimana iship di pupuk Kaltim? Apakah ada insentif atau jaspel?
Kak mau izin nanya, untuk iship di RS tempat kakak apakah mendapatkan insentif?
Post a Comment