Friday, February 16, 2018

Pemilihan Wahana Internship a.k.a. THE REAL HUNGER GAME

This is day-3 of my stay at Bontang. Exhausted but so much fun! Iyalah baru 3 hari masi kayak penganten baru masih yang enak-enaknya aja kerasa *tapi semoga enak terus lah sampe akhir*
So I’m going back to my blog to try being a productive me. Yeula. Since Bontang doesn’t really have that much place to explore, I’m gonna try to use my free time for something useful *etdyah*

This post will mainly talk about how I got my internship site.

Pemilihan wahana batch I 2018 dibagi menjadi 3 gelombang; lokal, regional, dan nasional. Pada hari pertama, pemilihan lokal hanya bisa dilakukan oleh calon internship yang berada dalam satu propinsi dengan wahana yang diinginkan. Pada kesempatan pemilihan lokal ini, saya mencoba membantu salah satu teman saya untuk login melalui salah satu warnet di dekat suatu universitas negeri di Yogyakarta (singkatin aja coy, udah bakal ketauan itu maksudnya univ mana). Sesungguhnya di awal, saya hanya menawarkan ke Jamaah untuk membantu mengklikkan karena koneksi wifi kosan kebetulan lagi lumayan. Namun teman saya kemudian meminta bantuan untuk mengklikkan dari warnet dikarenakan koenksi LAN dirasa lebih stabil dan menjanjikan.

Singkat cerita, pada pagi hari pemilihan lokal yang diwarnai hujan, saya berangkat ke warnet tersebut. Ternyata banyak teman sejawat lain yang sudah stand by mem-booking beberapa bilik.
Jam 08.50, peserta pemilihan wahana baru bisa melakukan login. Setelah itu, tibalah detik-detik mendebarkan penatian munculnya daftar wahana.

Pukul 09.00, setelah page direfesh, (seharusnya) muncullah halaman daftar wahana. Namun pada kenyataannya, ketika halaman mulai direfresh, loading beberapa saat dan wahana DIY habis sudah. WAHANA DIY HABIS DALAM WAKTU KURANG LEBIH 10 DETIK. In fact, kursi yang tersedia di 2 wahana DIY pada pemilihan lokal ini kurang lebih 22 kursi. Ludes habis.
Kalo coba distatistikkan, ada sekitar 200 orang berebut 22 kursi. Ya gimana ga abis dalam hitungan detik :’)

Dari situlah kemudian saya belajar. Belajar bagaimana melewati hunger game ini.

Beberapa hari kemudian, jadwal pemilihan regional untuk cluster saya. Sebelumnya saat H-1, saya sudah mencoba survey ke salah satu warnet di Jalan Kaliurang. Dari hasil percobaan saya, baik ping, download speed, maupun upload speed cukup stabil.

Malam sebelum pemilihan regional, teman saya yang tempo hari saya bantu untuk memback-up pemilihan wahana menghubungi, menawarkan suatu gamenet di sebuah mall yang sudah dimodifikasi sedemikian rupa sehingga kecepatannya bisa lebih. Saya mengiyakan dengan syarat cuaca esok hari baik (saat itu Jogja sedang sering-seringnya kedapetan rejeki hujan di pagi hari).
Pagi harinya, cuaca cerah. Namun hati saya yang berkabut *welah*

Saya masih belum mantep untuk ikut membersamai teman saya di gamenet pilihannya. Saya coba alihkan dengan meminta doa dan restu di grup keluarga. Lalu adik pertama saya membalasnya dengan doa dan suatu pesan; ‘Cari warnet yang barokah ya, Mbak’. Berkecamuk pikiran saya *lebay* *tapi emang kejadian*

Kemudian menuju jam keberangkatan saya, sekitar jam 06.30, saya cek jam tangan saya tidak ada di tas. Saya ingat hari sebelumnya saya simpan di tas karena harus menerjang badai dari Jakal-UMY setelah selesai survey warnet.

Mau tak mau akhirnya saya mengarahkan motor ke warnet surveyan tempo hari. Sesampainya di sana, warnet masih sepi. Saya menanyakan kepada operator dan ternyata tidak ditemukan jam yang tertinggal. Akhirnya saya memutuskan untuk mencari sendiri di sekitar bilik saya kemarin.  But then I found nothing! Udah sampe njengking-njengking ngeliatin kolong meja dan kursi but still, NOTHING.

Di tengah kepanikan, akhirnya saya coba rogoh tas saya lagi. Saya keluarkan semua barang persis seperti yang saya lakukan di kosan sebelum berangkat. AND THEN I FOUND IT. IT’S THERE. DI DALAM TAS DAN DI KANTONG UTAMA. Gimana bisa……

Karena hari semakin siang, dan saya merasa sudah ditunggu teman saya di gamenet bookingannya, saya segera turun menuju parkiran motor. DAN TERJADI LAGI *plis jangan nyanyi* Kunci saya tidak ada……. Rogoh sana rogoh sini, dan ternyata…….. ADA DI KANTONG JAKET!
Terus gimana ini maunya…….

Kemudian saya merasa ‘apakah ini pertanda?’ ETDYAH.

Akhirnya saya putuskan untuk menelpon board of recommendation saya; Ibu. Dan beliau meyarankan saya untuk tetap stay di warnet yang sudah saya survey tersebut dikarenakan juga gamenet yang saya tuju cukup jauh dan rasanya ga akan bisa tenang di jalan menuju ke sana.
Maka begitulah, saya memesan satu bilik di warnet tersebut. Bilik yang sama dengan tempat saya survey sebelumnya.

BILIK YANG PENUH DZIKIR DAN DOA. Sepanjang proses klik wahana, saya hanya bisa doa dan dzikir. Pukul 08.50 saat login, masih bisa dilakukan dengan lancar. Begitu jam 09.00…… Selesai sudah. Loading tak berkesudahan. Kalaupun berhenti loading, hanya akan menunjukkan bahwa loading gagal. Ternyata hal ini terjadi di seluruh tempat. Bahkan teman saya yang memilih dari warnet ternama dan trusted untuk penklikan wahana di Jakarta juga belum berhasil masuk ke halaman daftar wahana.

Sambil terus merefresh, saya teruskan berdoa. PANAS DINGIN RASANYA BADAN. Sementara di grup angkatan dan di grup Jamaah Rajin Belajar juga makin ramai dengan sharing info terkini klik wahana. Salah satu teman saya yang mengklik dari Lombok sudah berhasil mengklik pilihan wahana, di saat banyak tempat lain bahkan belum muncul daftar wahana tersebut.

Pukul 09.24, akhirnya daftar wahana di komputer saya sudah muncul. Saya langsung ctrl+f dengan keyword ‘bontang’. Hanya menunggu sekian detik, dan pakta saya sudah muncul! ALHAMDULILLAAH.

Sementara teman saya yang mengklik lebih awal belum juga muncul pakta integritasnya. Dan banyak yang lain yang juga belum muncul daftar wahana. Saya segera me-logout akun dan mematikan billing demi memudahkan teman-teman se-Indonesia lainnya yang masih berjuang menembus server.
Rasanya masih disbelieve. INI BENERAN NIH UDAH DAPET WAHANA? PILIHAN UTAMA PULA? ALLAHUAKBAR!!!

Jadi sekarang saya akan membagi tips & trick pemilihan wahana internship (versi saya):
  1. 1H-sekian hari, cobalah untuk mensurvey beberapa warnet andalan di tempatmu. Yang perlu disurvey adalah; speed! Bisa menggunakan speedtest.net atau via cmd di windows dengan mengetik ‘ping(spasi)internsip.depkes.go.id’, setelah itu dienter. Perhatikan internsip tidak menggunakan huruf ‘h’ dan domain menggunakan .go.id BUKAN .co.id BUKAN .com. Selain itu, pastikan kecepatan download dan upload perbandingannya 1:1. Misal pada warnet saya, download speed 7.3 dan upload speed 7.1. Jadi kurang lebih 1:1. Ini menandakan kecepatannya stabil.
  2. Kalau, ini kalau ya, kalau merasa insecure, dan kebetulan warnet pilihanmu adalah andalan banyak orang lain, maka saya sarankan untuk membooking beberapa bilik sekaligus. Ini pun kalo warnetmu ada sistem booking. Jika tidak, datanglah SEPAGI MUNGKIN. Saya sempat denger kabar ada sejawat yang datang jam 2 pagi, membuka beberapa bilik sekaligus, lalu dia pulang dan kembali lagi di pagi harinya untuk persiapan klik. Saya sendiri kebetulan mendapatkan warnet yang tidak bisa booking tapi Alhamdulillah cukup sepi jadi lebih tenang. Tujuan dari booking banyak bilik ini adalah membuat sesedikit mungkin bilik yang aktif (karena kamu hanya akan memakai 1 komputer dan menganggurkan bilik lain). Dengan cara ini harapannya tidak terjadi ‘rebutan speed’ di warnet yang kamu pilih.
  3. Siapkan daftar alternatif wahana minimal 10 just in case pilihanmu adalah terfavorit se-Indonesia. Siapkan sejak beberapa hari sebelumnya berdasarkan survey yang kamu lakukan. Daftar ini akan membantu menghemat waktu galaumu saat pemilihan. Kegalauan sedetik akan menghilangkan kesempatan besar mendapatkan wahana yang oke. BEUH.
  4. Siapkan sticky notes atau notepad atau word yang bisa kamu gunakan untuk mengetik hal penting ini; email akun internship, password, dan kata kunci kota/kabupaten/nama rumah sakit pilihan pertamamu. Catatan ini akan menghemat waktu pengetikan maupun scrolling saat daftar wahana muncul. Tips lain adalah; GUNAKAN MOUSE GAME. Teman saya menceritakan bahwa penggunaan mouse ini sangat membantu karena memudahkan dan meminimalisir pergerakan.
  5. DOA DAN DZIKIR! Minta yang terbaik sama Allah. YANG TERBAIK YA. Saran saya, lebih baik meminta yang terbaik daripada meminta nama rumah sakit yang diharapkan. Saya pribadi, secara psikologis juga membantu untuk melegowokan just in case pilihan utama tidak didapatkan. Di manapun itu, maka itulah yang terbaik. Karena itu yang saya minta dan Allah kasih.
  6. Minta doa restu orang tua. INI TERPENTING! Restu Allah di restu ortu.

Kurang lebihnya saya kemaren seperti itu. Intinya sebenernya kembali ke keberuntungan. Kalo kata orang, orang pinter kalah sama orang beruntung. Dan keberuntungan itu siapa yang ngasi? Allah. Deketin pemberi keberuntungan.

Saat ini saya sudah di Bontang, saya dapat pilihan pertama saya; RS Pupuk Kaltim. Semoga setahun ke depan bisa lancar, bermanfaat, dan barokah. Amiin.



PS: warnet saya tempo hari adalah SQUARE NET di Jalan Kaliurang KM 6. Coba aja digooling, insyaAllah nemu. Dari ringroad Jakal ke arah utara sekitar 1-2KM, di kanan jalan. Saya menemukan warnet ini karena teman saya diberitahu oleh senior yang dulu juga memilih di sini. Cukup sepi dan nyaman.
PSS: kalo ada yang beneran coba klik di sini, jangan lupa beli gudheg seberang jalannya. Duh bubur gudhegnya ENAK BANGET :’)

3 comments:

Nana said...

Kak,mau nanya dong, berarti internet di warnet yg kakak pilih itu cukup stabil ya? PINGnya berapa? idealnya berapa Ping dan kecepatan upload dan downloadnya, Kak?

Apakah memang perlu booking banyak bilik sekaligus?
Ada ga tips untuk memilih kuota nasional kak? kan hanya 20%

terimakasih kak !!

Unknown said...

Kak boleh tlg review gimana iship di pupuk Kaltim? Apakah ada insentif atau jaspel?

Anonymous said...

Kak mau izin nanya, untuk iship di RS tempat kakak apakah mendapatkan insentif?