Updated in the middle of the most gabut komuda ever. Para dokter pembimbing apparently sedang ada workshop dan agaknya tidak akan ada visite ke bangsal.
Dari 2 hari komuda di blok 16 kardiovaskular ini, hari pertama fail dan hari kedua lebih fail. Hari pertama ditempatkan di ICU. MEN. Indonesia memang luar biasa dalam menyervis para mahasiswa kedokterannya. It's ICU men. ICU, which means kesterilannya harus amat sangat terjaga. Dan kami para komuda ingusan ini dengan polosnya membawa berbagai macam polutan dari luar. LUAR BIASA.
Sementara itu, koass muda seharusnya bisa dimanfaatkan menjadi wahana terbaik untuk belajar. Kasus nyata, anamnesis nyata, pemeriksaan fisik langsung, rekam medis asli. Kenyataannya? Dari sekian kali komuda yang saya alami, hanya beberapa yang bisa benar-benar memberikan ilmu bermanfaat. Sisanya? Jalan-jalan.
***
Having so much experience in the last three months. Mulai dari oprec TBM (which finally saya DITERIMA! :D), Ibu Ridho Ahnaf yang liburan ke Jogja, berbagai konser akhir tahun bareng konco konser Mbak Riisa dan Mas Humar, being one of the sumpah dokter angkatan 2007 committee, dieng plateu dan tempat wisata keren di sekitarnya, ITMSS (yang akhirnya mulai bergerak dengan kecepatan koneksi internet Korea; gerak super cepat.read), live in Sarkem gaweannya SCORA CIMSA UGM, ketemu Marko temen SMP kesayangan, lalu berbagai moment lainnya yang sungguh luar biasa. Then I realize, LIFE'S GOOD MEN!
-Fa bi ayyi aala irabbikumaa tukadzdzibaan-
***
Then comes the hard reality; membagi amanah dengan baik antara Supervising Council MMSA, Secretary SCORA CIMSA, PM ITMSS, dan newbie TBM. Dyar.
***
Dan minggu ini adalah minggu terhectic selama 2014 berjalan. Luar biasa. Saya butuh manajemen waktu yang baik. HAHA.
No comments:
Post a Comment