Lalu entah sejak kapan, rasa nyaman itu ada. Dan entah sejak kapan, rasa takut kehilangan itu muncul. Sementara di sisi lain, saya terlalu pengecut untuk keluar dari zona nyaman. Terlalu pengecut untuk mengatakan hal yang sejujurnya.
Saya terlalu senang berada di status quo ini.
***
'Aku selalu bermimpi untuk datang di konser Sheila on 7 dengan seseorang spesial dan kemudian bernyanyi bersama di lagu Kita. Konyol ya? Hahaa'
***
Because I speak to myself that's none of this is real. It all means nothing. Don't ever think that there's something behind all of those shit. Don't get your expectations go upp so high.
***
Apa yang lebih susah ditembus daripada blood brain barrier? 'Status teman'. Teman yang sudah terlanjur nyaman. But anyway, adakah status yang lebih nyaman dari 'teman'?
***
Karena sungguh, deep down inside, I'm trying so hard to keep this feeling down. I'm trying so hard to keep my expectation low. Tapi kalau kata Kahitna, 'Mau dikatakan apalagi, kita tak akan pernah satu'. Ah yasudahlah :"|
***
Dan berkali-kali itu pula selalu saya coba mengingatkan diri saya, 'Satu itu menggenapkan, dua itu melenyapkan'. Tapi nyatanya...
***
Entah sejak kapan, saya selalu menantikan notification di handphone saya sambil berharap itu datang dari pesanmu. Payah.
***
Dan lagi-lagi, entah sejak kapan saya selalu menanti 'Bek, di mana?' dan segala typo anda.
***
Tapi lagi dan lagi, saya tidak berani merusak status pertemanan saya dengan anda, maupun dengannya. Pun saya tahu seberapa anda intens dengannya. Ah yasudahlah...
***
Lalu entah sejak kapan, keseloan terasa menjadi dosa yang begitu besar untuk saya. Dosa selo.
***
Terima kasih :")
No comments:
Post a Comment