Sunday, May 8, 2011

Called It Self Delusion


Saya tidak punya teman. Itu kenyataannya. Saya hanya memiliki banyak kenalan. Definisi teman? Orang yang ada saat senang dan susah. Berarti benar saya memang tidak punya teman. Tapi saya punya kenalan. Orang yang secara takdir saya ketahui dan mungkin saja beberapa dekat dengan saya. Orang-orang yang pasti ada di saat saya senang. Banyak. Tidak hanya satu dua.


Seandainya ditanya apakah saya memiliki teman dekat, mungkin jawabannya tidak. Ralat. Jawabannya jelas tidak. Teman saja tidak punya, apalagi teman dekat. Tapi saya ingatkan sekali lagi, saya memiliki kenalan dekat. Orang-orang yang selalu datang pada saya di saat mereka membutuhkan saya. Dan orang-orang yang mungkin lupa keberadaan saya di saat bahagia mereka. How pathetic.


Sebentar. Akan lebih baik lagi jika tulisan ini saya generalkan. Manusia mungkin makhluk terbodoh yang ada di dunia. Mereka dengan seenaknya menganggap orang lain yang dekat dengan mereka sebagai teman. Wake up, humans! Dunia adalah rimba, hutan belantara. Banyak hal liar yang terjadi. Kamu tak tau apakah orang yang kamu anggap teman itu juga menganggapmu sebagai teman. Jangan terlalu berpikir positif lah. Bahkan binatang pun tau mana yang harus dianggap kawan, mana lawan. Kalian bahkan lebih bodoh daripada binatang jika kalian tidak mengetahui hal ini, wahai manusia. Baiklah, bukan hanya kalian. Termasuk saya. Jelas. Saya yang seenaknya mengklaim beberapa orang sebagai teman saya. Saya yang seenaknya berpikir bahwa saya memiliki banyak teman. You, yourself, the one who have to wake up from your wild dream, Nikma!


Manusia mungkin terlalu takut untuk mengetahui kenyataan bahwa tak satu pun dari orang di dekat mereka adalah teman yang sebenarnya. Dan begitupun dengan saya. Orang yang menyapa saya di sekolah, adalah kenalan saya. Orang yang saling bertukar kabar dengan saya, adalah kenalan saya. Orang yang membutuhkan saya, adalah kenalan saya. Tapi yang manakah dari mereka yang merupakan teman saya? Mungkin hanya segelintir saja.


Manusia datang ke dunia dalam keadaan sendiri dan tanpa suatu apapun. Begitu juga ketika mereka meninggalkan dunia. Pada intinya, manusia hidup seorang diri di dunia. Saya tahu itu. Sayangnya saya terkadang lupa. Saya seenaknya mencari seseorang untuk berbagi kebahagiaan dan kesedihan yang saya rasakan tanpa mempedulikan bagaimana perasaan orang yang saya bagi itu. Mungkin saja mereka tidak suka. Saya memang bodoh.


Saya ingat suatu quotes yang kurang lebih berbunyi seperti ini : “You don’t know me. You know of me.” Ya. Mungkin mereka tidak kenal saya dan begitu pun saya yang mungkin sebenernya tidak mengenal mereka. Saya dan mereka hanya tahu. Kami saling mengetahui beberapa hal dari masing-masing kami. Tapi tahu, belum berarti mengenal.


Setelah berpikir ulang, saya merasa bodoh dengan menuliskan sesuatu seperti ini. Everyone’s know the fact that you have no friends, Nik. You don’t have to writeit down here so they read and know it. They. Already. Know. They already know that you have this kind of self delusion that you thought you have friends. That’s SILLY. Maybe the most silliest thing in this world. So wake up, Nik!

thats an ego of me. berpikir pendek karena suatu hal kecil dan langsung serta merta menuliskan kemuakan saya di sini. yeah, i'm so unsteady.
okay people. forget what i write before. you can consider it as my stupid thought. and. blah.

1 comment:

Alibantagmaucediyhlagy said...

Guweh kenalan apa temen lo? Emmm majikan deh kayaknya *kabur*