Friday, March 4, 2011

Gak Mutu

Kenapa judulnya begitu? Karena saya ingin kembali ke masa gak mutu saya yang penuh dengan pengalaman gak mutu dan saya jadikan postingan gak mutu.

Jadi begitulah. Kelas 3 ini saya mulai jarang menceritakan pengalaman gak mutu saya. Saya akui ternyata akhirnya saya rindu juga pada postingan gak mutu saya. Harus mulai darimana? Telalu banyak yang saya lewatkan. Gak mungkin diceritain perhari kayak jaman dulu. Gimana kalau dijadikan per episode seingat saya? Terserah saya juga kan ya. Blog saya ini.

  1. Uprak

    Atau ujian praktek. Dimulai tanggal 21 februari.

    Agama. Bu Nafilah sensi sama saya yang anak smpit tapi gak pinter tajwid. Habislah saya. Untung hadis sama Pak Auoh bisa lebih ngebacot.

    Biologi : thanks to Fatih. Uji makanan saya bisa sedikit lebih mbejaji daripada preparat-mikroskop-thingy.

    Kimia : kali ini thanks to Nia. Aku dapet elektrolisis kloter kedua, pake bekasnya dia. Sementara dia pas praktek bikin coretan di soal. HAHA. Bahagianya. Saya yang awalnya blank jadi dapet sedikit cahaya terang.

    Fisika : sudahlah. Entah kenapa untuk mapel ini baik teori maupun praktek saya sedikit suram. Untung yang jaga kelas Pak Basuki. Gak ada ujian praktek remidi.

    TIK : kalo ini ngakak ngakak doang kayaknya isinya. Bikin power point pake flash sama chart. Materi bisa searching internet. Lempeng lempeng aja deh ini.

    Bahasa asing : arab. Berangkat jam 11 pulang kam 11.40 HAHA. Baru dateng si Wildan malah bilang udah telat. Ngapusi kok ra mutu -,- awalnya saya memilih listening dan writing berhubung mau speaking tapi gak punya temen dialog. Untung Sasa nawarin bantu aku soalnya pasangan dialognya belom dateng. Eh taunya Aliban dateng yasud saya berteman dengannya daripada ngerepotin Sasa.

    Seni : this. is. the. highlight. Ujian musik tahun ini merupakan salah satu revolusi teladan. Kata Manda. Tahun tahun sebelumnya ujian musik silakukan di studio musik. Tertutup. Tapi sekarang, di aula men. Semacam parade band 2011. Konser gratisan. Banyak kejadian bodo ternyata. Tapi beberapa saya lewatkan karena saya baru datang jam 10 which means belasan band udah duluan tampil. Sayang sekali.

    Hari ini, mestinya jadwal masih seni. Tapi berhubung semua kelompok band udah selesai manggung, dan seni grafis saya cuma bikin poster dan ditempel, maka banyak teladan11 yang memutuskan untuk meliburkan diri. Besok nyepi. Dan besoknya lagi Minggu. It means, 3 HARI LIBUR MEN!


     

  2. TPHBS

    Putaran pertama. Saya tidak lulus. Tak usahlah bertanya berapa nilai saya. Intinya menyedihkan.

    Putaran kedua beberapa nilai saya naik. Tapi tak juga bisa meluluskan saya.

    Putaran ketiga. Soal dikoreksi oleh dinas kota. Hasil try out dijadikan dalam bentuk excel dan diumumkan online. Yang berarti satu kota jogja bisa tau nilai murid sekolah lain seperti apa. Alhamdulillah untuk yg kali ini saya sudah berhasil lulus. Tak muluk kan? Saya hanya ingin lulus. Berbeda dengan jaman SMP yang mengharuskan lulus dengan nilai baik. SMA ini saya sedikit mengubah mindset karena sistem masuk perkuliahan pun berbeda dengan sistem masuk SMA yang hanya mengandalkan nilai ujian akhir.

    Putaran keempat. Yang baru saja kemaren ini selesai. Dari kunci yang bertebaran via sms maupun via teladan11, setelah dikoreksi, Alhamdulillah pekerjaan saya kali ini sedikit lebih mbejaji. Kesampingkan matematika, fisika, dan biologi. Ya, saya tahu saya mengesampingkan 50% dari mapel yang diujikan. Kimia, indonesia, dan inggris saya akhirnya bisa mendapatkan nilai yang bisa disebut nilai. Semoga tidak salah koreksi. Manajemen ekspektasi. Kalau saya sudah terlanjur berekspektasi tinggi seperti ini dan ternyata nilai saya jauh lebih rendah, yah, sudahlah.

    Dan ternyata perhitungan saya salah. Bukan 5 kali try out, tapi hanya 4 kali. Kemaren itu yang terakhir. Tiba-tiba ujian akhir di depan mata.


     

  3. Universitas

    Dilema terbesar saya untuk tahun 2011 ini. Mau kemanakah saya?

    Berhubung sistem tahun ini diubah, jadilah tak bisa mencoba ujian masuk mandiri dari perguruan tinggi negeri. Alternatif lain adalah mengikuti ujian masuk mandiri perguruan tinggi swasta.

    PTS pertama yang saya minati adalah UMY. pendidikan dokter. I've been there once. Dan sedikit banyak sudah mengetahui lokasi dan bentuk fisiknya. Saya mencoba jalur tanpa tes. Hanya memakai nilai rapot dan nilai UNAS SMP. Sedikit merasa pesimis mengira banyak siswa yang nilainya lebih dewa di teladan juga mengikuti jalur ini. H-3 pengumuman, one of my friend already know the result. How could? Ternyata teman ayahnya salah satu orang dalam UMY. Sayang dia belum diterima. Saya jadi makin khawatir. Di hari-h, saya mencoba membuka web UMY setelah subuhan. Belum ada pengumuman apapun. Saya memutuskan untuk mengecek di sekolah menggunakan fasilitas wifi, berhubung pulsa saya habis. Di sekolah, saya justru sedikit lupa niat awal saya. Di tengah pelajaran jam kedua, teman SMP saya, Devy mengirimi saya sms. 'Nik, selamat ya. Kamu keterima di kedokteran UMY. makan makaaan.' What? Gak percaya langsung dong saya. khawatirnya salah nama atau gimana. Sementara wifi sekolah setelah saya coba via ponsel tak juga bisa terkoneksi.

    Akhirnya saya meminjam notebook si dewa download kelas, Diwa, yang kebetulan memang sedang terkoneksi internet. Ternyata yang ingin melihat pengumuman UMY tidak hanya saya. ada 2 orang lain di kelas. Setelah saya download pengumumannya, alhamdulillah saya memang benar diterima. Walaupun tanpa peringkat 1 2 3. Tapi tak apalah. Diterima saja sudah alhamdulillah.

    Sayangnya 2 teman saya yang juga ingin melihat pengumuman ini belum diterima. Dan salah satunya memutuskan untuk menelpon langsung UMY dan menanyakan kriteria penilaian. Jelas ia penasaran. Pasalnya nilai saya tidak lebih baik dari dia, tapi mengapa saya yang diterima? Mungkin faktor x. Doa orangtua? Atau memang sudah jalan saya disitu? Saya sedikit merasa bersalah. Tidak enak hati. Yasudahlah.

    Selain UMY, saya juga mencoba UII. Awalnya mengikuti tes PBT pendidikan dokter. Saya belum diterima. Jelas saja. Pesaingnya sekitar 4 lantai dengan 12 kelas perlantai dan 30-an orang perkelas. Silakan hitung sendiri. Kursi yang diperebutkan? Hanya 27 kursi untuk putaran pertama ini. salah satu teman saya Alhamdulillah ada yang diterima.

    Setelah gagal PBT, saya memutuskan untuk mencoba CBT psikologi. Diterima. Hanya saja bukan dengan bayaran minimal 0 rupiah. Saya hanya bisa di peringkat 3, 9juta. Akhirnya tidak saya ambil. Teman seperjuangan saya, Rini, Abel, Sandy, juga diterima di peringkat 3 dengan prodi dan harga yang berbeda.

    Bagaimana dengan PTN? Ini juga semoga dimudahkan. Saya sudah sangat alhamdulillah ketika saya tahu saya termasuk dalam 75% kelas dan bisa mengikuti SNMPTN undangan. Dari awal saya juga sudah optimis bisa. Terlalu kepedean kah? Yang saya pikirkan adalah 'prasangka Tuhan akan sama dg prasangka hambaNya.' Gitu kan ya? Kalau saya berpositif thinking, insyaAllah dimudahkan sama Allah.

    Setelah tahu saya termasuk undangan, muncul lagi problem lain. Akan mendaftar kemanakah saya? awalnya bapak ibu saya yang alumni UGM jelas mengusulkan saya untuk mengikuti jejak mereka. Tapi saya sendiri entah mengapa tidak terlalu berfeeling untuk ke UGM. Mungkin karena minder, mungkin juga karena suasananya. Saya memikirkan rumor bahwa UGM 2011 tidak diperbolehkan memakai kendaraan bermotor ke kampus. Yah. Di saat saya dijanjikan akan diberikan kendaraan, justru ada peraturan seperti ini. mungkin ini juga salah satu alasan saya tidak berkeinginan ke UGM. Alhamdulillah sekarang ke-UGMisme-an orangua saya sudah mulai bisa dinetralisir. Bapak dan ibu sudah mulai menyerahkan keputusan di tangan saya. 'Mbak Nikma yang lebih tahu kerena Mbak Nikma yang nanti jalanin.' Begitu kata ibu saya.

    Jadilah. Sekarang keputusan saya sudah bulat. UNDIP dan UNS. Kedokteran dan psikologi. BISMILLAH. Teman-teman saya banyak yang heboh ditenggelamkan keribetan UGM, ITB, dan UI yang sedikit egois karena tidak ingin diduakan dan hanya mau dijadikan pilihan pertama. Luar biasa. Bapak saya juga sudah menjelaskan bagaimana bagaimananya sistem undangan di beberapa unversitas terutama UGM dan UNDIP. Dan informasi dari bapak saya semakin sangat membulatkan niat saya. semoga dimudahkan dan diberi yang terbaik. AMIN.


 

Beberapa minggu yang lalu, saya dan beberapa teman saya berkonsultasi kepada guru sosiologi teladan, Pak Pur, yang kabarnya mempunyai 'kemampuan' lebih. Semacam membaca aura. Tahu apa yang beliau katakan pada saya? jadi begini. 'Anak keberapa?' 'Pertama dari 4 bersaudara Pak.' 'Saya belum ada gambaran. Bisa ceritakan pilihan universitas nanti?' 'Orangtua saya pengennya di kedokteran, tapi sayanya pengen ke psikologi.' 'Ada inspirasi orangtua dokter?' Bapak, karyawan. Ibu, guru. 'Nggak ada Pak.' Hening sejenak. Bapaknya mikir sesuatu gitu. 'Kalau begitu, anda kedokteran. Tapi swasta.' Ini setelah pengumuman UMY. 'Memang saya sudah diterima pak di kedokteran UMY.' 'Yasudah kalau begitu. Kamu kedokteran swasta. Nanti jodohmu kakak kelas. Kamu itu tipenya keibuan.' Tiba tiba aja bapaknya nambahin gitu. Padahal gak ada niatan nanya jodoh. Justru teman teman saya yang lain yang ingin mengetahui masalah jodoh ini. 'Iya Pak. Saya emang lebih mikir anak daripada kerja.' 'Kalau seandainya saya nyoba undangan ke PTN gimana?' 'Kamu itu tipenya pengembara.' Sebelumnya Pak Pur juga emang udah nanya rumah saya di mana. 'Kalau mau PTN, kamu kedokteran Udayana, keterima.' Muka bapaknya mantep banget. Meyakinkan. Kepikiran dong saya. apa udayana aja ya? Bali isnt that bad, right? Tapi beberapa teman saya bilang, Bali bukan tempat saya. di pikiran saya pun begitu mendengar Udayana adalah jalan legiannya yang ramai turis dan banyak cafe di pinggir jalan. Padahal tidak hanya begitu ya imej Bali. Memang saya saja yang terlalu awam.

Ah iya. Ketertarikan saya pada industri entertainment Korea Selatan belum juga meluntur kawan. Entah kenapa sepertinya justru semakin pekat. Tidak hanya K-pop, tapi sekarang juga K-drama. Blame Secret Garden for their awesome plot. Bisa bisanya saya nangis nonton drama ini. heran.

Terlalu banyak bacotan kah? Pelampiasan setelah sekian lama tidak membacot mungkin. Perhatian dengan beberapa hyperlink yang saya masukkan di postingan ini? saya baru saja mengetahui how to put hyperlink in your work. Thanks to ujian praktek TIK. Jadi maaf saja kalau justru hyperlinknya mengganggu.

Baiklah. Mari kembali ke dunia nyata. LIBUR 3 HARI. Mari bersenang-senang. Eh. Maksud saya, belajar. Mungkin.


 

No comments: