So here I am trying to get done with my plan.
Sejak internship berjalan sekian bulan, saya merencanakan untuk membuat suatu postingan yang akan didedikasikan untuk sejawat per-internship-an. Since I got 20 person here─excluding me─lets just start with my lil team; The Tuesday Night Club.
Rotasi kami dimulai dari stase IGD. Di mana sebagian kami mendapatkan tugas non shift dan sebagian lainnya jaga shift. Jadwal yang berbeda ini membuat kami cukup menjadi stranger untuk beberapa orang yang jadwalnya tidak pernah berpotongan. Saya sendiri merasa cukup asing dengan Vena dan Surya. Hampir sangat jarang atau bahkan tidak pernah kami bertemu di rumah sakit karena jadwal jaga tidak menakdirkan kami untuk bertemu. Apasih.
Then comes the Primary Health Care rotation. Alias stase Puskesmas. Alias stase liburan. Alias stase surga. Alias peggendutan selama 4 bulan!
Jadwal puskesmas yang super selo─bayangin check log jam setengah delapan pagi dan pulang jam satu siang, kalah kalah deh anak sekolah─membuat kami mulai lebih mengenal satu sama lain. Pelayanan puskesmas biasa selesai sekitar jam setengah dua belas siang. Sembari menunggu jam check log pulang, terperangkaplah kami di ruang dokter yang sempit dan pengap, namun penuh kehangatan─lebih tepatnya panas sih karena dibumbui dengan julidan, roastingan satu sama lain, dan penuh dengan dosa. Dari julidan demi julidan, rostingan demi rostingan, dan dosa demi dosa inilah yang membuat kami semakin paham bagaimana individu di tim kecil kami. Well, at least for me. The judgmental me. Haha.
Dari absen iship kelompok kami paling atas, ada Rachmanita Yudelia Rizki Sjarif alias Delia. Alias temen kecil hamba di jaman playgroup. Alias temen rebutan sepeda di Playgroup Darussalam. Eventho I’ve known her since God knows when, ternyata memahami di dunia kerja yang penuh intrik membuat pandangan hamba lebih terbuka. Dan akhirnya pun hamba mengerti seberapa REMPONG nya manusia bernama Delia ini. Trust me. Karena hamba pernah bertemu manusia-manusia rempong lainnya yang rasanya pengen hamba brainwashed biar agak lebih selow shantay dan bodo amat. Mau beli make up, galonya setengah taun. Mau beli tiket pesawat buat cuti, galonya setengah windu. Mau ambil cutinya aja, curhaaatt sono sini tentang kegaloan how to mengambil cuti di weekend yang singkat. Gatau deh kalo ntar mau nentuin jodoh, galonya setengah abad kalik. Lha. Hahahaa ampun Del. But despite of all those rempong-ness, manusia ini juga salah satu manusia yang paling inisiatif dan dedicated ke kerjaannya. Kalo lagi ada tawaran jaga posyandu, doi maju. Ada tawaran jaga poli, doi hajar. Ada tawaran jaga P3K perdana yang mana kami belom paham harus gimana, doi melangkah pasti menawarkan diri. Sementara hamba dengan tulus dan ikhlas menawarkan ladang pahala ini kepada sejawat yang lain alias m a g e r :’)
Manusia kedua ada Nurul Vista Hidayati. Bingung gue gimana harus ceritain manusia yang udah bareng hamba for 6 damn years since the first day of college. Literally first day secara hamba dan doi adalah roommate di dorm jaman kuliah─ya walopun doi lebih sering nginep di rumah temennya sih habis jalan-jalan sama pacarnya, eh, mantannya maksud gue. Ya pokoknya mah dia di per-internship-an ini adalah tempat sampah gue kalo lagi kemrungsung gak jelas. Tim back up gue dalam perjulidan dan per-roasting-an manusia sejawat iship lain. Tim mager kalo lagi sepi tugas luar puskesmas. Tim diem aja di ruang jaga dokter sementara yang lain sibuk menjalankan tugasnya. Tim sepemikiran seberpihakan tentang suatu opini. Kok buruk bener ye Vis deskripsian gue tentang lo? Lol. Intinya ya you know, Vista is Vista. Yang spesial di rotasi puskesmas ini, Vista jadi tergabung dalam Harvest Moon Club bersama dengan Delia dan May. Jadi kalo tiba-tiba mereka ngomongin 'Eh sapiku udah bisa diperah susunya', 'Ayamku udah betelor banyak', atau 'Eh di mana sih kamu nemu berry nya kok aku udah ke air terjun tapi gak nemu?' atau yang tersableng sih 'Aku tadi ketemu sama si Grey terus dia malu-malu gitu mukanya ihh lucu bangett' gak usah heran. Berarti mereka dalam diskusi mendalam─sungguh dalam hingga membuat yang mendengarnya istighfar memohon taubat dan kewarasan. Kezelnya sih karena mereka ni kalo udah into the discussion kayak beneran bahas sesuatu yang penting banget atau malah kayak bahas sesuatu yang nyata beneran di kehidupan manusia macam bagian Grey tersipu malu. Etaaa di dunia game aja mainannya flirting-flirtingan hedeeuhh.
Terus ada hamba di absen ketiga. Gak usah diceritain kan ya…
Absen 4 ada Mayshia Prazitya Shakti alias May─dibacanya Mei, iya, sok bule juga ya dipikir-pikir; huruf A dibaca jadi E. Bubuhan yang entah gimana punya kosa kata ajaib yang sering bikin kesel. I learn ‘tekeliway’ word from her. Bahasa Samarinda sih bilangnya. But she just can deliver it in a kocak way no one can do. Belum lagi kosa kata lain yang sebenernya udah familiar di telinga tapi entah kenapa kalo manusia ini yang ngomong, bawaan yang ngedenger bikin pengen berkata kasar aja pokoknya. Tapi dari doi ini gue belajar banyak. Belajar apa ya…? Bentar-bentar, pengen muji tapi bingung mau muji apanya. Gak dengg hahahaa I learn how to handle patient in a better way. Somehow kalo melihat May jaga di ruang tindakan keliatannya udah dokter banget gitu─terus gue apa dong dokter ecek-ecek gitu…? Maksud hamba intinya May ini kalo lagi nanganin pasien dan terutama lagi edukasi, galak-galak tegasnya seorang dokter bisa kena banget deh. Dan penjelasannya ke pasien bisa bikin paham gitu. Hamba yang masih sungguh sangat lack di bidang edukasi, jadi belajar how to educate patient dengan cara yang lebih cucok.
Lanjut ada Nesia Yaumi alias Ines. Alias ibu mertua! Kenapa ibu mertua? Karena sungguh vibe doi ini aluss banget tapi menusuk tajam ke dalam sanubari. Terutama buat hamba yang paling ga bisa kalo harus menahan beban secara batiniah. Kebiasaan di keluarga hamba kalo mengingatkan pake sarkas alus bikin hamba kadang over-interpreting kealusan Ines sebagai suatu sarkasme. Padahal kalo Ines emang alus aja gak pake bumbu sarkas macam keluarga hamba. Tapi beneran deh, coba rasain sendiri kalo lagi diingetin atau lagi diskusi sesuatu sama doi. Ada poin-poin tertentu yang mother-in-law-ized banget. Apasih istilah gue maksa bener yak. Nah tapi karena ke-ibu-mertua-annya inilah yang bikin doi jadi manusia yang reliable buat temen-temen lainnya. Doi yang sering jadi pengingat tugas, atau jadi humas kami untuk mengomunikasikan sesuatu ke staff puskesmas yang lebih senior, atau hal-hal lain yang ‘ibu’ banget. Kalo bahasa jawanya tuh ngemong banget.
Terus nih favorit hamba, Vena Risty Dilgantari. Kenapa favorit? Karena sumpah ni manusia ter-yunik yang ada di tim. Alhamdulillah-nya uniknya doi masih unik yang bisa diterima oleh akal dan kesabaran. Karena hamba pernah bertemu manusia unik lain yang saking uniknya bisa menguras segala ketabahan yang hamba punya (tapi kadang abis juga sih ketabahan hamba). Dan kenapa unik? Karena dialah sang pengubah jalannya pertandingan. Misal nih lagi ngobrol topik A, diem aja dia awalnya ngedengerin. Tapi sekalinya mencetuskan sesuatu, bisa banget lah bikin hati kami mencelos saking di luar pertandingannya. Ceplosan doi ni unik, bikin kesel, tapi ga bisa bikin marah. Tau kan lo gimana rasanya orang nyeplos tapi bentukannya polos, tapi ceplosannya… ah sudahlah. Selain sebagai ‘Game Changer’, doi juga tergabung dalam club hamba dan Vista. Anti Mager Mager Club. Kalo lagi ga banyak tugas luar puskesmas, percayalah anda akan dengan mudah menemukan kami bertiga di ruang dokter. Atau paling tidak akan ada salah satu dari kami yang stay menunggu dengan bahagia menikmati kemageran di ruang dokter. Either ngegame monile legend atau cookinh frenzy atau harvest moon (Vista), nontonin drama Cina atau Korea (Vena), atau scrolling twitter gak jelas (tebak siapa). Oh dan satu lagi, Vena juga tergabung dalam club yang sama dengan Delia dan May; Anti Roasted Roasted Club. Alias gerombolan manusia yang paling sering kena roasting di tim kami. Tapi terkhusus Vena, she’s on a whole different league with the other two. Karena se-roasting-able nya Vena, dia punya sesuatu yang bikin kami tunduk pada keyunikannya.
Terakhir, the one and only guy on the team; Surya Hadiwijaya alias Kak Uya. Manusia yang kena auto-daulat untuk menjadi ketua karena doi satu-satunya lelaki. Seneng hamba kalo ada yang bisa dikorbankan dengan mudah kayak gini. Saking seringnya ditumbalkan, gak keitung berapa kali Kak Uy agaknya kesel sama kami. Tapi ikan ceper ikan betok, bodo amat! Lol. Kak Uy ini jadi partner in kampret hamba terutama dalam hal per-gadget-an. Capek hamba dicurhatin isinya pengen jual hape, review-an hape baru, dan racun gadget lainnya. Untung hamba manusia yang teguh pada pendirian (gak tau aja padahal hamba sempet pengen ganti hape dalam 1 bulan setelah ganti hape baru gegara kameranya gak zoom-able buat ngerekam konser). Nah tapi somehow hamba dan manusia ini sering sepemikiran dalam hal kampret lainnya. Mostly tentang hal teknis kerjaan sih. Kalo tetiba lagi sepemikiran terus sering banget yang ‘Ih kok sama sih mikirnya’, atau kalo tebakan hamba tentang isi kepala doi terus ‘Kok tau sih kamu’. Yee cenayang gini masih aja sok terkejut melihat kemampuan hamba. Gak deng.
Jadi itulah 6 biji manusia yang mengisi hari-hari di rotasi puskesmas hamba. Gak nyesel dan bersyukur banget disandinginnya sama manusia-manusia yang frekuensi gesreknya gak jauh dari hamba. Terima kasih atas kesampahannya guys! I hope we can still doing great together on our last rotation. Semangat jaga bangsalnya my Tuesday Night Club!
Oh iya sedikit cerita tentang nama club kami. Jadi di rotasi puskesmas ini setiap internship wajib membuat tugas mini project. Semacam penelitian kecil-kecilan. Kebetulan kami mengagendakan rapat─yang isinya lebih gede persentase julid dibanding diskusi minipro─setiap Selasa malam. So there we go; Tuesday Night Club! Walopun di akhir rotasi sempet nyaris ganti jadi Anti Significant Significant Club karena hasil olah data mini project kami gak ada yang signifikan. Lol.
Oh dan satu lagi. Di akhir rotasi kemarin, kami berhasil ter-brainwashed menjadi #golongankami atau #umatlucu; para jamaah Majelis Lucu setelah sebelumnya May memperkenalkan video roastingan para stand up comedian di channel kampret ini. Lengkap sudah segala dosa kami panen selama di puskesmas :’)
No comments:
Post a Comment