Friday, January 29, 2016

Koas! Yeah!

Ciye udah koas ya, Nik? Ups, Bek?
Iya doong. Koas a.k.a. co-assistant. Jadi kacungnya dokter spesialis di rumah sakit. Gak deng. Bukan kacung, tapi keset. Eh ya bukan juga lah. Jadi asisten! Yep. Tangan kanannya dokter spesialis. Kelingking kanan deh, knowing that we still so piyik at the knowledge and experience.

Koas Pendidikan Dokter UMY dibekali dengan kepaniteraan umum yang berisi kuliah dan praktik singkat selama 14 hari. Setelah itu, kami dilepas ke belantara homebase masing-masing. Tempat baru, lingkungan baru, etos kerja baru, dan some of us also have to adapting with new friends. Lucky me, saya dapat kawan koas yang sudah sering bersama sebelumnya. Walaupun beberapa dari kami pun belum begitu dekat satu sama lain. But as the time goes by, kami makin mengenal luar dalam dan sampah di tiap manusia dalam tim kami. Hihii

Stase pertama yang kami pilih berdasarkan musyawarah homebase RSUD Panembahan Senopati Bantul adalah stase anak. Dan alhamdulillah bukan pilihan yang salah. Karena di anak, mental dan fisik kami digembleng. Penanganan dan pemeriksaan anak indeed perlu menyeluruh dan mendalam. Misal, setua apapun umur seorang pasien anak (said, SD kelas 6 or even SMP, as lonh as they still 14 years old), anamnesis harus tetap menanyakan riwayat imunisasi. Men. Padahal it already passed years ago kan yak. Ya begitulah. Misal lagi, menanyakan keluhan demam. Berbeda dengan stase interna yang hanya perlu menanyakan 'berapa hari yang lalu', di stase anak perlu dipastikan sejak hari apa demam dimulai, pagi, siang, sore, atau malam demam mulai muncul. In words, stase anak harus D E T A I L. And again, lucky me, saya mendapatkan konsulen (pembimbing koas.red), yang sangat baik dan benar-benar membimbing.

And now, saya sudah masuk minggu ke-9 dari stase kedua saya; stase interna a.k.a. penyakit dalam. Ga terasa. Time really flies. Pressure di interna bisa dibilang lebih ringan dari anak. Tapi pasiennya yang makin berat. Simbah geriatri yang sudah sepuh, penyakit terminal, pengobatan lama, dan sebagainya sangat mudah ditemukan di stase interna. Bahkan, pasien meninggal adalah makanan sehari-hari. Belum ada seminggu di stase interna yang bebas dari pasien meninggal. Tantangannya adalah edukasi dan motivasi keluarga, bagaimana agar mereka bisa lebih 'legowo' dan menerima kepergian keluarga mereka. Tidak mudah ternyata.

I think thats for today's random post. Written et cause konsulen kesayangan belum datang untuk visite bangsal and I got some free time while my other friends still doing their tasks. My task? Done it in week 6th. Hihii

Kay bye!

No comments: