Tuesday, May 12, 2015

Screenshots

Sepertinya saya belum pernah menulis tentang anda. Benarkah?

Malam ini waktu terasa terlalu lama, salahkan ketiadaan tanggung jawab yang sedang saya alami. And due to that, saya berniat merapikan folder laptop dan terjadilah berbagai nostalgia yang tidak perlu. The highlight is, our conversation. Eh. Kok 'our'? Iya, 'our'. Karena saya dan anda pernah (nyaris) menjadi kita. So then, pardon me for being rude as I use the term 'our' or maybe 'us' atau dalam bahasa, 'kita'.

Ya. Saya dan anda indeed pernah menjadi 'lebih'. Kangen, rindu, perhatian, dan ketololan yang tidak biasa jika hanya disebut sebagai teman. Ataukah sebenarnya hanya saya yang berpikir seperti itu? Entahlah.

Lalu entah sejak kapan tepatnya, saya dan anda tidak lagi seperti 'kita'. Indeed people change. And I believe that all the changes happen for some reasons. Karena itu pertanyaan yang kemudian muncul adalah, 'mengapa?'.

Saya masih ingat, di suatu dini hari ketika hari baru saja berganti dalam hitungan menit, saya dan anda masih terjaga dan saling bercerita. Kemudian tempo hari sebelumnya ketika saya sedang menjalankan suatu amanah yang mengharuskan saya terjaga hingga subuh, anda ada dan 'menemani' saya. Ketika semua masih seperti 'kita'.

Di hari saya membantu teman saya menyelesaikan salah satu kewajiban kuliahnya, anda hadir dan di situlah saya rasa semuanya berubah. Meanwhile tepat malam sebelumnya semua baik-baik saja seperti biasa. Saat itu, bahkan hingga sekarang, pertanyaan saya hanya satu; mengapa?

Tertanda hingga saat ini, semua tidak juga menjadi biasa. Hingga akhirnya saya pun bertanya kepada orang yang saya anggap cukup dekat dengan anda. Kemudian segala hal yang sempat saya pertanyakan terjawab sedikit demi sedikit. Dan saya sadar, saya melakukan suatu kebodohan.

'Satu menggenapkan, tapi dua bisa melenyapkan'. Itu yang pernah saya baca. Agaknya dari salah satu prosa karangan penulis favorit saya. Dari anda lah saya mengerti arti kalimat tersebut.

Terima kasih atas segala kenyarisan selama ini. Semoga yang nyaris bisa menjadi tidak nyaris.

Maaf atas ke-annoying-an saya. Tapi hingga saat ini, sepertinya, saya (masih dan akan selalu) kangen.

And the song that perfectly match for this stupid note possibly Arianna Grande's Almost is Never Enough and Raisa's Teka-Teki.

No comments: