Thursday, November 22, 2012

Si Bocah Berulah Lagi HAHA :|



Well there.

Twitter is a public place. Note that. Public. So if you dont want any other people except you and your friends know about anything of you, you can use texting or BBM which is clearly more private. Masih mau menyalahkan orang lain karena accidentally read your twit? If they can, maybe they dont really want to read yours too kok. Plus, too much link in your tweet. Dont you understand the concept of twitter? Microblogging. Which is limited in 140 characters. And you still typing in long sentences. Learn the difference between twitter and other socmed, bocah. And keep in mind about the public place. Apa kalau kamu denger orang teriak-teriak jualan di pasar njuk kamu akan memintanya diam karena kamu terganggu? Public place. Apa kalo orang lain tau harga penawaranmu ke salah satu warung di pasar njuk kamu jadi gak suka karena mereka terkesan mengkepomu? Public place.

Second. Kepo. Do you even know what kepo really is? Mungkin kepanjangannya kepo aja deh. Atau jangan-jangan kamu bahkan gak tau kalo kepo itu semacam singkatan dan hanya membeo orang-orang karena istilah kepo ini sudah begitu mainstream? Ah shame on you. Well. For this kepo thingy, maaf saja, saya tidak hanya mengkepo kamu. Tapi mungkin kamu tidak punya teman lain yang perhatian dan mengkepomu seperti saya ya. Jadi berasumsi bahwa cuma saya satu-satunya kepoer-mu. Kasihan. FYI, saya mengkepo banyak hal. Including my official. Jadi sebenernya mengkepomu adalah mau gak mau. If only you arent someone for me, I wouldnt be bother to know any of your life. Serius deh. Saya gak akan mencoba peduli tentang apa yang terjadi padamu seandainya kamu bukan temanku. 

Satu lagi. Kotak. Hal apa lagi sih yang membuatmu berpikir tentang masih adanya pengkotakan ini. Bocah. Gini ya, you’ve ever told me about siapa aja orang yang kamu anggap deket dan ngerti kamu. Dan kamu hanya menyebut 2 orang ini. Pun kamu juga mendeklarasikan itu di timeline dengan tak lupa me-mention mereka. Nah. Kalo kamunya aja udah somekind of closing the door, dan tampak tidak menerima any other guest, ya tolong jangan salahkan orang lain lagi ketika mereka mencoba mengetuk pintu tapi tidak kamu persilakan masuk ke dalam. Iya tidak? 

Masih gak tau jalan pikiranmu, bocah. Indeed tua itu pasti, dewasa itu pilihan ya.

No comments: