Well there.
Twitter is a public place. Note that. Public. So if you dont
want any other people except you and your friends know about anything of you,
you can use texting or BBM which is clearly more private. Masih mau menyalahkan
orang lain karena accidentally read your twit? If they can, maybe they dont
really want to read yours too kok. Plus, too much link in your tweet. Dont you
understand the concept of twitter? Microblogging. Which is limited in 140
characters. And you still typing in long sentences. Learn the difference
between twitter and other socmed, bocah. And keep in mind about the public
place. Apa kalau kamu denger orang teriak-teriak jualan di pasar njuk kamu akan
memintanya diam karena kamu terganggu? Public place. Apa kalo orang lain tau
harga penawaranmu ke salah satu warung di pasar njuk kamu jadi gak suka karena
mereka terkesan mengkepomu? Public place.
Second. Kepo. Do you even know what kepo really is? Mungkin
kepanjangannya kepo aja deh. Atau jangan-jangan kamu bahkan gak tau kalo kepo
itu semacam singkatan dan hanya membeo orang-orang karena istilah kepo ini
sudah begitu mainstream? Ah shame on you. Well. For this kepo thingy, maaf
saja, saya tidak hanya mengkepo kamu. Tapi mungkin kamu tidak punya teman lain
yang perhatian dan mengkepomu seperti saya ya. Jadi berasumsi bahwa cuma saya
satu-satunya kepoer-mu. Kasihan. FYI, saya mengkepo banyak hal. Including my
official. Jadi sebenernya mengkepomu adalah mau gak mau. If only you arent
someone for me, I wouldnt be bother to know any of your life. Serius deh. Saya gak
akan mencoba peduli tentang apa yang terjadi padamu seandainya kamu bukan
temanku.
Satu lagi. Kotak. Hal apa lagi sih yang membuatmu berpikir
tentang masih adanya pengkotakan ini. Bocah. Gini ya, you’ve ever told me about
siapa aja orang yang kamu anggap deket dan ngerti kamu. Dan kamu hanya menyebut
2 orang ini. Pun kamu juga mendeklarasikan itu di timeline dengan tak lupa
me-mention mereka. Nah. Kalo kamunya aja udah somekind of closing the door, dan
tampak tidak menerima any other guest, ya tolong jangan salahkan orang lain
lagi ketika mereka mencoba mengetuk pintu tapi tidak kamu persilakan masuk ke
dalam. Iya tidak?
Masih gak tau jalan pikiranmu, bocah. Indeed tua itu pasti,
dewasa itu pilihan ya.
No comments:
Post a Comment