Sunday, November 13, 2011

Cangkeman? I know.


Persetan dengan pembuka yang manis. Sedang dalam mood tidak baik malam ini. Kenapa? Terlalu banyak penyebab. Just wanna write randomly right now.

So I’ve talk a lot random stuff to myself on my way back from the sports center. Call me crazy but thats quite helping to cure my bad mood.

Kenapa sih ingin cepat-cepat berada dalam suatu relationship? Ketika mungkin kamu sendiri belum bisa memanage dirimu dengan baik. Dari mana datangnya kepercayaan diri untuk menambah amanah dengan memanage seseorang lain. I mean, come on, di umur kita yang masih belum ada seperempat abad rasanya terlalu ingusan untuk dengan sok-sokan mengikat diri dengan seseorang. Insya Allah kalau masih diberi umur panjang pastilah ada kesempatan yang banyak to spend the rest of our life with our own soulmate. Real soulmate. Yang terikat dalam satu hubungan yang jelas dan SAH baik sah hukum maupun agama. Terlalu berat ya? Gak juga ah. Jadi ngapain sih terlalu buru-buru untuk memulai suatu hubungan yang belum jelas arah tujuan dan jaminannya? Konyol.

Apa salahnya untuk hidup tanpa pasangan? Segimana beratnya sih? Masih sibuk belajar juga kan. Gak usah sok hebat mengaku bisa menghandle pelajaran dan pasangan. Mau berdalih butuh motivasi? Oke fine. Tapi gak harus kan dengan menasbihkan sang motivator sebagai pasangan hati. Ah cih sekali.

Segitu malunya kah menjalani hidup tanpa memiliki pasangan? Does it feel like no one loves you or what? Ah terlalu banyak pertanyaan konyol yang saya tau jawabannya akan lebih konyol lagi.

Saya terlalu cangkeman kalau mau berlagak sok suci dengan tidak menginginkan berada dalam suatu hubungan. Saya tidak menampik segimana senengnya ketika mendapat perhatian lebih dari seseorang. Apalagi seseorang yang spesial untuk kita. Tapi sekali lagi, gak harus kan diwujudkan dalam suatu hubungan yang identik dengan berdua-duaan. Istilah gaulnya, pacaran. Seberapa banyak sih manfaat yang bisa didapat dari kegiatan pacaran ini? Bisa telpon smsan sama si pacar? Pacaran aja sama operator kartu seluler. Bisa dianter jemput pacar? Pacaran aja sama sopir. Bisa ditraktirin di mana-mana? Pacaran aja sama bapakmu.

Dilihat dari mana-mana kalau saya bilang masih bakal banyak mudharatnya. Ketidakmanfaatannya. Semisal sedang dalam masalah dan ingin mengakhiri hubungan, biasanya akan lebih gampang. Karena tidak ada pengikat jelas dalam berpacaran. Formal bond, I mean. Dan tidak ada bekas atau tanda atau identitas spesial bagi mereka yang baru saja putus kan? Beda dengan menikah. Lalu semisal lagi, naudzubillahnya pihak wanita mengalami ‘kecelakaan’ dan lebih naudzubillah lagi si pria gak mau ikut campur. Berabe. Kembali ke permasalahan tidak adanya formal bond yang mengikat mereka. Ya gak?

Beda sama pernikahan. Semua mudharatnya bisa berubah jadi manfaat. Seandainya ada permasalahan, effort untuk menyelesaikannya mungkin akan lebih besar daripada permasalahan ketika pacaran. Karena dalam pernikahan akan lebih banyak lagi faktor yang dipertimbangkan. Coba kalau pacaran. Masalah --> putus --> nyoba balikan --> kalau berhasil berarti pacaran lagi kalau nggak, nggonduk di kedua atau salah satu pihak. Lawas. Atau lebih parah dan bahayanya lagi seandainya sampai kedua pihak musuhan. Ih amit-amit lah. Konyol kan ya kalau kita jadi musuh seseorang yang di satu waktu pernah menganggap kita dan dia adalah segalanya di dunia. Cih nulis apa saya ini.

FYI this isnt caused by you, Mr. Guard. Sumber inspirasi dari sampah saya yang ini gak lain dan gak bukan dari teman saya sendiri, wanita. Yang jujur, saya sedikit kehilangan respek untuknya karena kelakuan dia yang satu ini. Terkesan terlalu haus hubungan. I mean, ayolah, kami berteman denganmu bukan karena seberapa ganteng pacarmu, atau seberapa berpengalaman kamu dalam hal pacaran, atau apakah kamu punya pacar atau tidak. We’re being friends because of who we really are. Jadi tolonglah, lebih santai sedikit menjalani hidup. Kehilangan satu orang yang memanggilmu sayang tidak akan mengakhiri hidupmu kan?

This whole post really make me wanna vomit my dinner. And the dumber thing is that this is caused by maybe just one small problem. Blame me who tend to hold my anger too long. And dont get me wrong, I write this doesnt mean that I'm a backstabber. Just, I dont wanna make bigger problem for her. And of course, for me too.

No comments: