Tuesday, January 19, 2010

Folder 'Thought'

Thursday, November 19, 2009, 8:27:48 PM

Buangan. Mungkin itulah kata yang cocok untuk menggambarkan diriku. Hanya dijadikan pelarian. Apa auraku terlalu negatif untuk bisa didekati? Atau kenapa? Rasa-rasanya aku tidak melakukan apapun. Atau mungkin yang kuangggap tak-ada-apa-apa itu ditangkap sebagai sangat-apa-apa oleh orang lain? Lalu harus seperti apa aku? Berisik seperti si cangkem 2? Atau tenang seperti si itu? Ah, entahlah. Manusia memang diciptakan berbeda satu dengan yang lain. INI NGOMONG APA SIH?!

Tak dianggap. Sakit. Apa aku terlalu sensitif? Hanya dibeginikan sedikit sudah merasa begitu.

Tadi, saat saya yang berbicara rasanya diremehkan sekali. Sesak. 2 kali, kawan. 2 kali saya diremehkan hanya dalam kurun waktu kurang dari 3 menit. Setelah itu saya tak berani berkata-kata lagi. Hanya diam sepanjang forum dilaksanakan. Menyedihkan. Tampak lemah. Saya tidak suka dengan diri saya yang seperti ini. Tapi saya sudah mencoba untuk kuat. Tidak langsung menangis, angot, atau bagaimana. Saya hanya diam. Dan hanya bisa saya ceritakan padamu, kawan. Karena saya tau, jikalau hal ini saya ceritakan pada orang lain, mereka akan mempunyai pandangan yang aneh tentang diri saya. Walaupun mungkin apa yang tersirat di wajah mereka berbeda dengan yang mereka rasakan.

Begitulah, kawan. Hidup di dunia ini memang tidak bisa bersikap sesuai dengan diri kita. Mau tak mau kita harus bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan. Ketika berkumpul dengan komunitas ini, saya memakai topeng ini. Ketika berkumpul dengan komunitas yang lainnya, saya mengganti topeng saya dengan topeng yang cocok. Harus punya banyak persediaan topeng cadangan untuk digunakan di bermacam komunitas yang kita masuki. Namun, terkadang, di beberapa komunitas yang mana anggotanya adalah manusia-manusia yang jalan pikirannya amat sangat berbeda dengan jalan pikiran saya, topeng cadangan yang saya miliki tidak dapat saya pakai. Karena percuma saja untuk memakainya. Mereka manusia-manusia yang sudah terlanjur menilai saya dengan salah satu topeng yang kebetulan sedang saya pakai ketika bersama komunitas lain yang alirannya amat sangat berbeda dengan mereka. Sebodo lah. Apa pun yang mereka pikirkan, saya tak peduli. Toh saya juga punya penilaian tersendiri tentang mereka.

Saya tak suka dengan segala sesuatu yang berlebihan. Yah, Tuhan pun tak suka dengan sesuatu yang berlebihan. Namun setelah saya pikir ulang, apakah ketika saya berpikir bahwa seseorang – atau sesuatu – itu berlebihan, mungkin orang lain tidak berpikir demikian. Begitu pula ketika saya melakukan sesuatu yang menurut saya biasa saja, bisa saja di mata orang lain, itu adalah sesuatu yang berlebihan. Lagi-lagi soal pandangan.

Jadi, sebenarnya hidup yang indah, mungkin bisa dikatakan, apabila hidup kita sudah sesuai dengan pandangan manusia-manusia di sekitar kita. Yeah, that’s suck. Really.

Lalu untuk apa kita hidup? Tentu saja untuk memenuhi harapan manusia lain. Beban? Mungkin.

Dan begitulah. File word yang pertama kali saya ketik di notebook ini ternyata justru berisi sesuatu yang menyebalkan. Dan menyedihkan. Seolah tak ada lagi kawan yang bisa diajak berbicara tentang hal seperti ini kecuali benda mati. Sekali lagi, menyedihkan.


No comments: